Setelah melihat
lihat sekeliling bartender yang sedang berlalu lalang, Anggar berjalan menuju gadis gadis yang sedang
asyik menari mengikuti alunan suara yang dj mainkan. Gadis gadis malam itu
lansung menyapanya dan mendekati Anggar dengan agresif seoalah memang sedang
menunggu kedatangannya sejak tadi.
“Virra mana?” Tanya Anggar kepada salah satu gadis disitu.
“ngapain nyari Virra? Mendingan juga gue”
“lo apain Virra?!” bentak Anggar, gadis yang biasa di sapa Sella itu kaget dan mulai kesal.
“kenapa emang hah?! Mau ngapain lo nanyain dia?! Mau lo pake?!” ketus Sella dengan gaya bicara menantang.
Anggar geram, lengannya di naikan dan bersiap untuk menampar Sella, tapi ia urungkan. Anggar langsung pergi dari situ. Ia pun terus mencari cari dimana Virra. Ia mencari disetiap ruangan tapi virra tetap tidak ia temukan. Satu tempat terakhir, Gudang belakang. Saat sampai disana, pintu gudang terkunci.
“Ra?” Tanya nya berharap Virra memang ada di dalam.
“Gar!”
Tepat sekali. Anggar menyiapkan ancang ancang untuk mendobrak pintu gudang setelah menginstruksikan Virra untuk Mundur. Dengan sekali dobrakan pintu gudang itu terbuka, dilihatnya Virra yang sedang bersandar dipojokan gudang dengan wajah kelelahan. Anggar dengan segera mendekat.
“Ra! Siapa yang ngunciin lu disini?’ Tanya Anggar panik. Ia pegang wajah Virra yang sudah terlihat pucat. Virra mungkin sesak nafas karna memang di dalam gudang itu sama sekali tidak ada ruang udara disana. Tubuh Virra basah karna keringat. Wajahnya lemas. Anggar memeluk Virra.
Dan akhirnya, to be continue. Pantengin terus. Gak ada part part an soalnya. Thanks for reading! :*
“Virra mana?” Tanya Anggar kepada salah satu gadis disitu.
“ngapain nyari Virra? Mendingan juga gue”
“lo apain Virra?!” bentak Anggar, gadis yang biasa di sapa Sella itu kaget dan mulai kesal.
“kenapa emang hah?! Mau ngapain lo nanyain dia?! Mau lo pake?!” ketus Sella dengan gaya bicara menantang.
Anggar geram, lengannya di naikan dan bersiap untuk menampar Sella, tapi ia urungkan. Anggar langsung pergi dari situ. Ia pun terus mencari cari dimana Virra. Ia mencari disetiap ruangan tapi virra tetap tidak ia temukan. Satu tempat terakhir, Gudang belakang. Saat sampai disana, pintu gudang terkunci.
“Ra?” Tanya nya berharap Virra memang ada di dalam.
“Gar!”
Tepat sekali. Anggar menyiapkan ancang ancang untuk mendobrak pintu gudang setelah menginstruksikan Virra untuk Mundur. Dengan sekali dobrakan pintu gudang itu terbuka, dilihatnya Virra yang sedang bersandar dipojokan gudang dengan wajah kelelahan. Anggar dengan segera mendekat.
“Ra! Siapa yang ngunciin lu disini?’ Tanya Anggar panik. Ia pegang wajah Virra yang sudah terlihat pucat. Virra mungkin sesak nafas karna memang di dalam gudang itu sama sekali tidak ada ruang udara disana. Tubuh Virra basah karna keringat. Wajahnya lemas. Anggar memeluk Virra.
Dan akhirnya, to be continue. Pantengin terus. Gak ada part part an soalnya. Thanks for reading! :*
Bagus
ReplyDeleteBagus
ReplyDeletethanks yaa
ReplyDelete