Monday, December 14, 2015

Jemari kecil penjual Tisue.

Hari minggu kemarin, aku menuju stasiun kereta yang dulu tempat ku biasa mengojek payung. Keluar dari stasiun mata ku melihat seorang anak laki laki duduk dengan baju kemeja merah kotak kotak membawa sebuah kantong plastik, masih kecil, sekitar 9 tahun-an mungkin. ia berbicara "tisue tisue" dengan suara lemasnya  ketika aku lewat dihadapannya. aku menoleh sejenak. melanjutkan beberapa langkah lalu mundur kembali. rasanya hati miris mendengar nada nya saat menawarkan, ada beban atau rasa lelah pada suaranya, terlihat sekali bukan dibuat buat.
"berapa?" ku tanya sambil menatap wajah lelahnya.
"satu 3500, dua 5000". ucapnya. serasa ingin duduk disampingnya lalu ngobrol banyak dengannya. ia berkata seakan memang ia sudah lelah, seakan banyak beban dikepalanya. seakan ia terpaksa melakukannya padahal ia tidak ingin. seperti ada hantaman dikepalaku, melihat kini keadaan ku yang jauh lebih baik darinya, namun masih merasa kurang dan terus mengeluh.
Share:

0 comments:

Post a Comment