Kali ini saya akan menceritakan cerita singkat tentang gadis cantik dan mungil beranama Azrilia Azzahra berusia 6 tahun yang sedang berjuang melawan kanker dalam darahnya atau yang biasa disebut Leukimia.
Berawal dari postingan teman saya yang memberitahukan kalau ia sedang mencari pendonor bergolongan darah A+ untuk gadis cantik yang biasa dipanggil Azril. Dari keterangannya ditulis juga bahwa kondisi Azril saat itu yaitu Hb atau Hemoglobin 7 yang biasa normal anak anak yaitu 10-16 gr/dL (sumber https://infolaboratoriumkesehatan.wordpress.com), lalu Trombosit 3000, dan Leuktosit 700 yang meyebabkan Azril mengalami penurunan kondisi dan membutuhkan tranfusi darah segera. Tanpa ragu, keesokannya saya pun menuju RSUP Fatmawati untuk mendonor karna kebetulan golongan dan radius saya sama dengan Azril. Sesampainya disana, saya langsung menuju unit tranfusi darah dan bertemu pak Rudy, ayah dari Azril. disitu ada petugas setengah baya, seorang ibu ibu menanyakan beberapa pertanyaan. seperti berat badan, tinggi badan, apa sudah pernah donor, dan saya pun menjawabnya. awalnya ibu itu menolak karna fisik saya yang cukup kecil dengan berat 48kg dan tinggi 149cm. lalu saya jawab bahwa saya sudah beberapa kali donor. saya ditanya kapan terakhir kali donor dan salahnya saya berkata bulan Januari, yang artinya saya belum bisa donor karna belum 3 bulan, sedangkan masa mendonor untuk perempuan minimal 3 bulan sekali. saya sangat menyayangkan karna dari obrolan saya dengan pak Rudy, ia baru mendapat 3 kantong dari 9 kantong yang dibutuhkan, itu artinya masih harus mendapatkan 6 kantong lagi untuk Azril. Jujur saya sedih, seharusnya bisa, tapi petugas PMI tidak ingin mengambil resiko untuk pasien pendonornya.
singkat cerita, setelah saya diperlihatkan foto Azril, saya sangat kagum, ia terlihat begitu sehat, putih, bersih dengan mata yang indah. lalu saya meminta izin untuk ikut meliat keadaan Azril yang saat itu berada diruang isolasi. Pak Rudy bercerita diruang itu, memang tidak ada yang boleh masuk selain petugas, Azril hanya sendiri, benar benar sendirian. Orang tuanya tidak bisa masuk menemani. tapi hari itu, kondisi Azril sudah lumayan membaik walau masih drop. jadi kami bisa melihatnya kedalam. didalam aku melihat ada ibunya sedang menemaninya di tempat tidur, mungkin mencoba menenangkan Azril, aku mendekat, walau tidak lama ia menangis karna mungkin agak kaget melihat orang asing. Azril terlihat hitam, kulitnya menghitam, badanya tidak kurus tapi saya yakin pipinya gemuk karna cairan infus. hati saya bergetar melihatnya, anak sekecil itu harus melawan kanker yang terus menyerangnya, dengan kondisi badan yang harus terus melawan sakit.
tidak lama kita keluar. Berhenti didepan ruang Hematologi kalau tidak salah, saya agak lupa. Dari luar kami melihat anak berusia sekitar 10 tahun yang sedang berbaring ditemani ibunya. lalu Pak Rudy mulai bercerita, disisi kanan dan kirinya ada cairan, sebelah kanan cairan berwarna kuning dan kiri cairan infus dan digantung juga beberapa suntikan. cairan kuning sebelah kanan yang saya lupa namanya itu adalah cairan untuk membakar sel sel kanker dalam darah, dosisnya 1 menit 10 kali tetesan tidak boleh kurang tidak boleh lebih dan harus habis dalam 24 jam.
"waktu anak saya kemo, kayak gini juga teh makanya anak saya sampe gosong, kebakar gitu lah. kulitnya pada kering, kelupas, dipegang juga pasti sakit, dulu anak saya putih, tapi sejak kemo jadi hitam gosong, ditaro tisue basah tuh ya, tisunya langsung kering kayak kerupuk digoreng. kalau tetesannya jatoh ke lantai, langsung hitam lantainya, bayangin aja itu dimasukin ke dalam tubuh, neng." kata Pak Rudy, saya mendengar sambil membayangkan, hanya mampu mengangguk mengisyaratkan iya mengerti.
- Bersambung,
***
Agak menyesal sedikit kenapa tulisan ini saya tunda beberapa saat. saya sendiri minta maaf.
Lanjutnya, ternyata, ruang Hematologi itu adalah ruang kemotherapi. disana juga ada penderita gagal ginjal yang usianya baru 15 tahun. Mendengar cerita pak Rudy, saya masih belum bisa membayangkan dan merasakan secara detail sesakit apa rasanya di aliri cairan yang sangat mengerikan itu kedalam tubuh, sampai membuat penderitanya mengalami kegosongan kulit, rambut yang perlahan rontok parah. Azril, kamu sungguh kuat! Pak Rudy juga bercerita, Azril tidak pernah mengeluh sakit, kadang, karna bagian tubuh Azril yang terpegang makanya Azril menangis, disitulah kadang orang tuanya tau bahwa Azril sedang merasakan kesakitan, sakit setiap kali tubuhnya melemah, setiap kali harus kemotherapy, tiap kali dirawat dirumah sakit selama berbulan bulan. Ya Allah, apa jadinya jika aku yang menjadi dia ? aku yakin ia begitu merasa kesakitan. Azril, aku belajar banyak soal itu...
Sekitar 30 menit aku, Pak Rudy, dan temanku mengobrol soal Azril dan beberapa pengidap lainnya. Lalu akupun pamit.
Beberapa hari setelahnya, aku menanyakan kondisi Azril, Alhamdulillah katanya Azril telah membaik. Dan niatnya, tadinya aku ingin menjenguknnya, ingin membelikannya boneka. tapi parahnya aku sama sekali tidak menengoknya.
Kamis tanggal 7 juni kemarin, ada SMS masuk dari Pak Rudy. Beliau bilang kondisi Azril kembali Drop dan butuh tranfusi darah yang sekiranya 12 kantong. Tanpa fikir panjang aku langsung share dan infokan ke teman teman dengan harapan ada banyak yang mau membantu. Aku sedikit lega karna bulan lalu aku ditolak untuk mendonor karna Hb ku rendah. itu artinya aku masih ada kesempatan untuk mendonorkannya untuk Azril. Rencananya hari minggu aku akan kesana, menyiapkan kondisiku dulu agar benar benar bisa fit. aku senang kalau memang bisa, dan aku sudah berniat untuk tidak mau mendonor ke PMI, agar nanti ketika Azril butuh darah, aku telah siap.
tapi, Jum'at, tanggal 8 Juni kemarin, pukul 18.41 WIB, ada pesan masuk dari Pak Rudy, dan tiba tiba aku benar benar lemas membacanya.
"Assalamu'alaikum ka Adel, dede Azril minta maaf yang sebesar besarnya sama kak Adel, sekarang dede Azril udah tenang, udah pulang ke Rahmatullah. Sekali lagi maafin dede Azril ya kak."
Ya Rabb, rasanya sungguh menyesakkan. aku benar benar syok. menyesal. sekaligus ada kelegaan.
Azril, aku minta maaf karna belum bisa bantu kamu, belum sempet jenguk kamu, kasih kamu boneka, Azril, aku yakin kamu sekarang udah gak kesakitan lagi, aku yakin kamu lagi senyum dan bahagia dipelukan Allah. Aku yakin disana kamu ada ditempat aman dan nyaman. Azril sayang, terimakasih untuk segala inspirasi, aku betul betul belajar soal itu. Azril, kamu begitu kuat! semoga Allah bisa izinin aku liat kamu lagi nanti, di tempat terindah-Nya ...
Selamat beristirahat, Malaikat kecil yang kuat, Azrilia Azzahra ... :)
3/22/18, 5:28 AM
Pacific Daylight Time
Pacific Daylight Time
Agak menyesal sedikit kenapa tulisan ini saya tunda beberapa saat. saya sendiri minta maaf.
Lanjutnya, ternyata, ruang Hematologi itu adalah ruang kemotherapi. disana juga ada penderita gagal ginjal yang usianya baru 15 tahun. Mendengar cerita pak Rudy, saya masih belum bisa membayangkan dan merasakan secara detail sesakit apa rasanya di aliri cairan yang sangat mengerikan itu kedalam tubuh, sampai membuat penderitanya mengalami kegosongan kulit, rambut yang perlahan rontok parah. Azril, kamu sungguh kuat! Pak Rudy juga bercerita, Azril tidak pernah mengeluh sakit, kadang, karna bagian tubuh Azril yang terpegang makanya Azril menangis, disitulah kadang orang tuanya tau bahwa Azril sedang merasakan kesakitan, sakit setiap kali tubuhnya melemah, setiap kali harus kemotherapy, tiap kali dirawat dirumah sakit selama berbulan bulan. Ya Allah, apa jadinya jika aku yang menjadi dia ? aku yakin ia begitu merasa kesakitan. Azril, aku belajar banyak soal itu...
Sekitar 30 menit aku, Pak Rudy, dan temanku mengobrol soal Azril dan beberapa pengidap lainnya. Lalu akupun pamit.
Beberapa hari setelahnya, aku menanyakan kondisi Azril, Alhamdulillah katanya Azril telah membaik. Dan niatnya, tadinya aku ingin menjenguknnya, ingin membelikannya boneka. tapi parahnya aku sama sekali tidak menengoknya.
Kamis tanggal 7 juni kemarin, ada SMS masuk dari Pak Rudy. Beliau bilang kondisi Azril kembali Drop dan butuh tranfusi darah yang sekiranya 12 kantong. Tanpa fikir panjang aku langsung share dan infokan ke teman teman dengan harapan ada banyak yang mau membantu. Aku sedikit lega karna bulan lalu aku ditolak untuk mendonor karna Hb ku rendah. itu artinya aku masih ada kesempatan untuk mendonorkannya untuk Azril. Rencananya hari minggu aku akan kesana, menyiapkan kondisiku dulu agar benar benar bisa fit. aku senang kalau memang bisa, dan aku sudah berniat untuk tidak mau mendonor ke PMI, agar nanti ketika Azril butuh darah, aku telah siap.
tapi, Jum'at, tanggal 8 Juni kemarin, pukul 18.41 WIB, ada pesan masuk dari Pak Rudy, dan tiba tiba aku benar benar lemas membacanya.
"Assalamu'alaikum ka Adel, dede Azril minta maaf yang sebesar besarnya sama kak Adel, sekarang dede Azril udah tenang, udah pulang ke Rahmatullah. Sekali lagi maafin dede Azril ya kak."
Ya Rabb, rasanya sungguh menyesakkan. aku benar benar syok. menyesal. sekaligus ada kelegaan.
Azril, aku minta maaf karna belum bisa bantu kamu, belum sempet jenguk kamu, kasih kamu boneka, Azril, aku yakin kamu sekarang udah gak kesakitan lagi, aku yakin kamu lagi senyum dan bahagia dipelukan Allah. Aku yakin disana kamu ada ditempat aman dan nyaman. Azril sayang, terimakasih untuk segala inspirasi, aku betul betul belajar soal itu. Azril, kamu begitu kuat! semoga Allah bisa izinin aku liat kamu lagi nanti, di tempat terindah-Nya ...
Selamat beristirahat, Malaikat kecil yang kuat, Azrilia Azzahra ... :)