Friday, January 24, 2014

Just Need a Little Time of You ..

"bisa kita ketemu sebentar?"
"jangan hari ini, aku sibuk.. maaf, Ran".
"besok?"
"besok aku presentasi buat pengajuan produk baru."
"lusa?"
"Rania, Please. ngertiin aku sedikit aja. kamu tau kan kalo aku sibukterus?"
"2 bulan, Rel kita gak ketemu. cuma sebentar. aku kangen"
"iya aku tau, sayang. tapi beneran. aku sibuk. ngertiin dikit lah"
"iya, Farrel, iya aku ngerti. jaga kesehatan kamu ya"
"iya kamu juga." Telpon di tutup. Harus sesabar apa aku menghadapiorang seperimu? harus lebih mengerti seperti apa lagi aku untuk semua kesibukanmu, Rel ? 2 Tahun lebih tak cukup membuatmu bisa berubah, setidaknya memberisedikit waktu untuk kita, untuk hubungan kita. sesulit apa melakukannya untukku? untuk orang yang mencintai dan menunggumu disini. Apa karna jarak ini ?Jarak antara Bandung dan Jakarta ? entahlah.. aku sama sekali tidak mengertidengan apa yang ada dipikiranmu.
Banyak yang bilang aku bodoh, masih saja bertahan untuk orang yang samasekali tidak memperdulikanku. tapi aku percaya Farrel peduli padaku. hanya sajadia sibuk, ya.. terlalu sibuk sampai ia tidak sadar  ia telah mengabaikanku.
Aku memang menjalani Hubungan jark jauh dengan Farrel. Farrel teman Kuliahkusemasa di Bandung dulu. sampai akhirnya lulus, ia kembali ke Jakartadanmeneruskan bekerja sebagai seorang Manager di perusahaan Eksport-Import disalah satu perusahaan swasta ternama disana. Farrel orang yang sangat bekerjakeras. meskipun berkecukupan, ia tidak ingin bersenang senang dengan uang yangdikasih orangtunya. semua yang ia dapatkan adalah hasil kerja kerasnya sendiri.karna dari kecil Farrel sudah diajarkan bagaimana mendapatkan sesuatu dengankerja kerasnya sendiri dari orangtua nya. Semua yang didapatkan Farrel, mulaidari Motornya hingga Mobil yang kini ia dapatkan, semua itu ia dapatkan darihasil kerja kerasnya sendiri. Papahnya Farrel adalah salah satu pemilikperusahan sepatu yang sangat terkenal diBandung dan Jakarta. Sewaktu Farrellulus kuliah, Farrel ditawarkan untuk langsung mengisi jabatan sebagai Dikekturuntuk menggantikan papahnya. tapi Farrel menolak. ia memilih bekerjadiperusahaan lain dengan alasan ia tidak ingin mendapat sesuatu secara instan.Farrel juga orang yang sangat keras kepala. semua kemauannya harus dituruti dandimengerti. tanpa terkecualian apapun.
Sosok Pekerja Keras seperti Farrel yang sangat membuatku bangga. Dan akusangat menyayanginya. Aku percaya semua yang ia lakukan disana, aku percaya diajuga akan menjaga hatiku disana.
~~~
"Kenapa sih masih aja ngarepin dia. dia juga kayaknya gak serius samalo, Ran."
"sok tau deh lo, udah ah gue cari makan siang dulu. mau ikut gak?"
"susah emang ngomong sama orang kayak loe, Ran"
Aku tak menyalahkan semua perkataan Vinna kepadaku. ada benarnya jugasebenarnya. Belakangan ini waktu Farrel sangat sedikit untukku, bahkan untukkomunikasi sekalipun. tapi aku menggubrisnya. aku tidak ingin membiarkanpikiran negatif ku merusak hubungan kita.

Aku tetap sabar menghadapi sikap Farrel. 1 Minggu tanpa kabar, aku tetapmenantinya, setelah terakhir ia sms "Jangan tinggalin aku ya, Maaf akuterlalu sibuk buat kamu. aku sayang kamu. aku pasti bahagiain kamu kok."
Ya, itulah sms Terakhir Farrel sebelum ia Ikut Ke Kalimantan untuk sebuahProyek baru disana.
aku hanya bisa bersabar, ya... entah seberapa lama kesabaran aku bertahan.

"Rania?"
"Farrel?"
"iya ini aku, maaf aku baru ngabarin kamu. aku sibuk banget. sampe HPaja aku tinggalin di Jakarta. Maaf ya. kamu baik baik aja kan?"
"iya, aku baik baik aja kok. kamu jaga kesehatan kamu ya."
"iya sayang, yaudah nanti aku kabarin lagi. masih banyak proyek yangharus aku urus. sampai nanti ya."
"nanti kapan?"
Telepon di ditutup.
sabar Rania, Sabar... cuma itu yang bisa aku katakan pada dirikusendiri.
~~~
Hari ini di Kantor ku kedatangan Pegawai baru,  laki laki. dan yangmembuat ku terkejut ternyata dia Itu  Rio, Cowok yang aku taksir sejak diSMK dulu. itu membuatku kembali teringat ketika betapa aku mengiginkannya untukjadi milikku. tapi ia hanya mengganggapku sebagai teman. makanya aku tidakberani mengutarakan perasaanku padanya.
"Lho? Rania?" Rio terlihat kaget saat melihat ku dan tersenyumpadanya.
"Iya Io. hehe. kita ketemu lagi ya" ucapku tersenyum senang.
"Lho kalian udah saling kenal?"
"iya kita temen satu kelas" Ucap kita berbarengan. Refleks.
"Wah, berarti Mudah dong dapet kecocokannya, Ran? dia satu ruangan samakamu juga. dia yang akan kerja bareng kamu buat bikin project Animasi samaNgedesignnya. kalo gitu gue gak salah pilih dong ya?"
"hahaha gak salah kok Mbak. makasih ya" Kata Rio yang kelihatannyasudah akrab dengan Atasan ku itu.
"Ciee Rania hahaha" Ledek Vinna.
"Apaan sih Vin" Ucapku mengeles.

~~~
Satu Project dengan Rio. otomatis intensitas pertemuanku dengannya semakinsering. didalam maupun diluar Kerjaan untuk sekedar kumpul kumpul dengan temansatu kantor.
"Sori ya, io, jadi ngerepotin lo gini"
"gapapa kok. lagi juga gak bagus lagi, cewek pulang malemsendirian."
Aku cuma bisa tersenyum. Entah mengapa, ketika dekat dengan Rio, semua tentangFarrel hilang begitu saja. tidak lagi kesal karna jadwal bertemu dengannya iabatalkan untuk kepentingan pribadinya. aku merasa lebih nyaman jika bersamadengan Rio. entahlah.. aku bingung ..
"Besok ulang tahun hubungan kita yang ke 3 Tahun, kamu gak bisa ketemu?"
"Besok aku,"
"Farrel. kita udah lama gak ketemu. kamu selalu aja sibuk sama urusankamu. bisa gak sih kasih waktu kamu sedikit aja buat aku?"
"2 bulan yang lalu kan kita ketemu, sayang"
"Rel, kamu tau kan aku kangen sama kamu? hargai aku dikit rel. hargaihubungan kita sedikit aja"
"Rania, bukan gitu, aku ..."
"Aku cuma mau ketemu kamu Rel. udah. 6 bulan ini aku sabar buat nunggukamu sampe kamu ngga sibuk lagi. tapi apa? kamu masih tetep gak bisa!"
"RANIA! kenapa kamu jadi kasar begini sih?"
"aku capek, Rel, nunggu kamu terus! Aku capek sama sikap kamu yanglebih mentingin kesibukan kamu daripada aku!"
"Rania..."
"Udahlah, Rel. kalo kamu begini terus, kita putus aja."
Telpon langsung aku tutup dan langsung ku switch off. Aku menangis sekencangkencangnya. wajarkah apa yang aku lakukan?
wajar kan? aku hanya minta sedikit dari waktunya. tapi masih seperti ini.apa yang harus aku lakukan?

"Ran? kenapa? Farrel lagi?" Tanya Vinna.
Aku memeluk Vinna erat erat. hatiku begitu sakit saat ini.
"Rania, sebenernya gue mau bilang sesuatu." aku langsung melepaspelukannya.
mata ku mengisyaratkan keingin tahuan.
"2 bulan lalu, gue ke Jakarta. pas gue lagi di Resto, gue ngeliat orangmirip Farrel. ya walaupun gue belum pernah ketemu langsung, tapi gue yakin ituFarrel. dia..."
"Dia apa?"
"Dia...."
"Apa, Vin?! kasih tau gue!"
"Dia lagi berdua sma cewek dan keliatannya akrab banget. ketawa ketawagitu. mau gue samperin, ga enak. dia kan ga kenal gue. sori, Ran"
Rasanya seperti ada yang meremukan tulangku. sakit. aku merasa dibodohi. dikhianati oleh orang yang sangat aku cinta.
rasanya ingin membuang semua tentang Farrel yang ada di dalam benak ku.kenapa Farrel setga itu padaku ? aku menunggunya disini, menanti ya dengansabar. tapi ini yang aku dapatkan. Ya Allah.. Rasanya seperti tidak bisabernafas lagi.

saat pulang, aku selalu di antar pulang oleh Rio. Rio menatapku.
"Ran? Kenapa?"
"aku masih saja terdiam. Rio menghentikan mobilnya dan menatapku.
"Rania?"
Aku tak sanggup menatapnya. aku tak sanggup menahan luka yang saat inimencoba menghancurkanku. Aku menangis. Dan Rio mulai memelukku.
aku menangis sekencang kencangnya di pelukan Rio. Berharap dapat sedikitmeredakan Rasa sakit yang saat ini membuatku sulit bernafas.
"jangan nangis, Ran. ada gue." Ucap Rio sambil mengusap kepalaku.mencoba menenangkan.

~~~
HP samasekali belum aku aktifkan sejak kejadian terakhir aku berbicara diTelpon dengan Farrel. aku butuh waktu untuk semua ini. untuk membicarakankelanjutan hubunganku dengan Farrel.
Sudah 3 hari aku seperti ini, bekerja tidak konsen. makan tidak teratur. dankerjaan berantakan.
Vinna berkali kali mengingatkan ku untuk jangan seperti ini terus. Rio jugaselalu memberiku perhatian agar aku bisa melupakan Farrel. tapi tetap saja.Rasa sakit masih melekat jelas di hatiku.

Malam itu, karna aku ada urusan dengan  Vinna, aku memutuskan untukmengaktifkan kembali HP yang ku simpan rapi di lemari. melihatnya, membuat kumengingat kembali tentang Farrel.
ketika aku ingin menghubunginya. ada banyak pesan masuk. dan paling banyakdari Farrel.
aku membukanya dengan malas. memangnya dia masih peduli padaku? tanya kudalam hati.
"Besok kita ketemu ya, Kamu jangan kasar kayak tadi lagi. sekarang akulagi siap siap ke Bandung. aku minta cuti 3 hari buat bayar waktu untukhubungan kita. kamu tunggu ya"
Aku kaget. ku buka lagi pesannya.
"Rania, aku lagi di Jalan. paling enggak aku sampe sana jam 1 malam.aku kehotel dulu. besok pagi nya baru ke kantor kamu."
"Maafin aku ya, Sayang. aku terlalu sibuk. aku sibuk bukan untuk diriaku sendiri. tapi buat ngebahagiain kamu juga."
Pesan selanjutnya dari Mamahnya Farrel. ragu ragu aku membukanya. dantik..... Waktu seakan berhenti dan sekana Tubuh Hilang dari raganya.
"Rania, Farrel meninggal. dia kecelakaan saat mau menemuimu diBandung."
Farrel .... Ucapku lirih. ya Allah kabar apa ini ? katakan padaku ini semuahanya mimpi. Aku mohon. Ya Alllah. aku mohon, jangan beri aku kabar sepertiini... aku mohon.
Raga ku seakan terbang. tubuhku kaku seperti kehabisan darah. jantungkuseakan berhenti berdetak.
saat itu juga aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan di antar Rio.
~~~
Sampai disana, aku turun dari mobil dengan lemas. aku sudah kehabisanenergi. semua terasa begitu berat . melangkah pun sulit untukku.
ku lihat Rumah Farrel yang super megah itu, banyak orang disana. perlahandengan ditemani Rio, aku mendekati pintu itu. Mamahnya Farrel menyambutku.
saat melihatku, ia menangis. aku memeluknya tanpa bisa berkata apapun lagi.
"Rania, Farrel sudah tidak ada... Ya Allah nak.."
Aku hanya bisa menangis. menyesali semuanya. menyesli sikapku. menyesalikeadaan yang membuatku seperti ini. aku sangat tidak sanggup. aku lemah. Akumenyesal. Farrel, maafin aku. Aku sayang sama kamu. Maafin aku Rel.
aku hanya bisa diam meliah semua Tujuan masa depan Farrel yang di tunjuakanKakanya padaku. Rumah masa depan itu yang sudah ia beli untuk nanti kitamenikah beserta semua isinya, Gambar Lukisan ku dengannya yang di pajang di dindingRumah megah yang terlhat sangat bahagia.
"Kakak tau, sikap Farrel salah, dia mau bikin kamu bahagia, tapi malahmengabaikan kamu. Rania, dia sayang sekali sama kamu. dia sampai tanya ke temankamu, Alicia tentang apa saja keinginan kamu. dia wujudkan disini, dari DesignRumah yang kamu sukai, Mobil, sampai Terakhir kakak dengar, dia sedang inginmembuat Tempat tinggal di Paris untuk kalian tinggal disana. Negara kesukaankamu. itu semua dia klakuin untuk kamu. sampai ia terlalu sibuk untuk mengurus citacitanya untuk mmbahagiakan kamu."
Aku tak sanggup berkata apapun. semua begitu sulit untuk ku utarakan. hanyatangisan yang terus mengalir dari mata ku yang tidak berhenti henti. Farrel ...
hanya nama itu yang menyiksa hatiku saat ini.
~~~
aku memeluk batu Nissan yang bertuliskan Nama Farrel, menangis sekencangkencangnya mengingat sikap ku padanya yang membuat ku menyesal saat ini.
Rio memelukku, mencoba menenangkan ku.
Farrel....

Andai waktu bisa ku putar, andai Sang waktu berpihakpadaku, akan kah semuaini terjadi? aku menyesal telah mengabaikanmu, keegoisanku membuatku bersikapkasar pada mu. keegoisan ku membuatku mengabaikanmu dan bertindak tanpa kupikir lagi. maafkan aku, Farrel.. Maaf...


Share:

Monday, January 20, 2014

Maafkan aku, Davin ...

Nama ku Cinta, aku punya seorang kekasih bernama Davin. Kami berpacaran sudah lumayan lama, hampir 5 tahun. Sebenarnya Mamanya Davin ingin aku segera menikah dengan Davin, atau bertunangan. Begitu juga dengan Davin. Sebenarnya aku juga mau. Tapi, ada satu hal yang membuat alasan ku untuk menolaknya.
Hari ini rencananya aku ingin mengajaknya makan malam, karna sudah beberapa bulan kami tidak bertemu karna sekaran Davin menjadi orang yang sangat sibuk.
"hallo sayang malam ini kamu sibuk gak .?". Tanya ku dengan harapan Davin memberikan jawaban yang dapat membuat ku tersenyum.
"maaf cinta, hari ini aku mau istirahat dulu. Tugas kampus ditambah kantor bikin aku pengen istirahat.".
Seketika aku terdiam, ku lukiskan raut kekecewaan aku . Tetapi Davin takkan mungkin melihatnya. Tapi aku bisa mengerti, Davin terlalu lelah .
"oh begitu ya, yaudah gapapa, lain kali pasti bisa. Sekarang kamu istirahat dulu. I love you.".
"love you too"
telepon pun di tutup.
Entah apa yang bisa membuat ku jatuh cinta kepada seorang yang keras kepala, egois, cuek, dan lebih memilih dunianya sendiri. Tapi bukan karna itu aku jatuh cinta padanya. Karna kelembutannya, dan kenyamanan disetiap aku bersamanya, membuat aku luluh. Aku sayang padanya , begitu juga sebaliknya. Davin juga menyayangiku, buktinya dia selalu menjaga perasaan ku. Ia setia padaku dan menjauhi setiap wanita yang sekiranya ingin mendekatinya. Tapi karna kecuekannya kadang aku merasa aku tak disayang oleh nya.
~maafkan aku, Davin. Karna sudah berbohong satu hal padamu. Tapi percayalah aku tidak ingin kehilangan mu.~
~~~
3 bulan lalu, dokter memvonisku bahwa umurku tidak akan bertahan sampai 5 bulan. Oh Tuhan . Siapa yang tidak syok mendapat kabar seperti itu. Dan kini, mungkin sisa waktu ku tinggal 2 bulan lagi. Atau mungkin lebih pendek, aku ingin. Disisa terakhirku, aku bisa mati dalam pelukan Davin. Dan bisa menghabiskan seharian sisa waktuku bersamanya.
~~~
Hari ini aku memutuskan untuk kerumahnya. Aku sangat Rindu padanya. Tapi ia tidak ada di sana. Kata tante, Davin masih sibuk dengan proyek papa nya. Dan aku mencoba untuk mengerti. Ku buat kan blackforest kesukaannya dan ku letakan di meja tempat tidurnya , setelah itu aku pamit pulang.
Malamnya hanphone ku berdering.
"hallo sayang.?" sapa ku dengan tersenyum senang .
"sayang, makasi kue nya. Aku suka".
Mendengar ia berkata itu, senyum ku semakin melebar. Hatiku pun jadi semakin senang.
"aku minta maaf kalo akhir akhir ini waktu ku sedikit untuk mu."
"iya Davin, aku bisa mengerti. Aku sayang kamu".
"aku juga. Sekarang istirahat dulu, aku tau kamu capek".

iya, aku memang lelah. Lelah dengan semua ini, penyakit yang membuatku kadang ingin mati saja. Tapi berkat kamu, aku tidak ingin meninggalkan mu. Aku ingin mati dipelukanmu, Davin.
~~~
Hari ini aku rindu padanya. Ingin sekali aku menelponnya tetapi aku takut mengganggunya.
Hari ini aku merasa kepalaku sakit lagi. Semakin hari terasa semakin sakit. Dan semuanya pun gelap.
~~~~
ku buka mata ku perlahan. Ku lihat sekelilingku. Ah ternyata kakak ku masih tertidur di sofa hospital. Ku cari handphone ku yang biasa kakak ku letakan dimeja dekat ku. Setelah itu, aku pun menelpon Davin.
"hai sayang.?"
"jangan ganggu gue.!". Tiba tiba suara itu terdengar menyakitkan ditelingaku. Nafas ku pun tidak beraturan.
Kakak menghampiriku.
"sudah berapa lama aku berada disini.?". Tanyaku
"3 hari. Bagaimana keadaan mu sekarang?"
"3 hari.? Membaik ka.".
~Davin, aku minta maaf. Bukan maksud ku untuk mengabaikan mu. Maafkan aku, Davin.~
~~~
2 minggu berlalu tanpa kabar dari nya. Aku memutuskan untuk menemui Davin di rumahnya. Walaupun dokter dan kakak ku masih menyuruh ku ber istirahat
Tante bilang , sore ini Davin pasti pulang. Aku pun menunggu nya sambil membuat cake kesukaannya. Aku tak sabar ingin bertemu dan meminta maaf atas hal kemarin. Tante bilang, Davin sepertinya marah pada ku. Handphone ku tidak aktif, dan ketika ia ke rumah ku. Tidak ada siapapun. Aku memang hanya tinggal berdua dengan kakak ku.
Suara mobil Davin terdengar. Aku pun bersiap, ketika aku memberikan kue itu pada Davin, ia mengambilnya. Tetapi apa yang ia laku kan? Ia buang kue itu dan dengan cuek berjalan menjauhiku. Hatiku hancur seperti kue yang kini terpampang dihadapan ku. Susah payah aku membuatnya tetapi ia malah begitu. Ia tidak mengharagi ku. Aku kesal, tapi aku memahaminya. Aku tau sifat asli Davin. Aku menghampirinya dan meminta maaf padanya. Tapi tubuh ku di dorong, Tante mencegahnya sehinga aku tak jatuh. Aku mencoba kua. Di bantu tante yang mencoba menguatkanku. Davin tak peduli dengan tangisan ku. Tapi aku tahu. Davin begitu karna ia sayang pada ku.
~~~
1 minggu tidak ada kabar dari nya. Handphone nya tetap tidak aktif. Aku ingin sekali menemui nya , tapi aku merasa tubuh ku sudah tidak kuat. Kepalaku sangat sakit sehingga bangun pun susah. Davin, ku mohon maafkan aku. Dan kini, sakit itu semakin parah. Sakit yang ter amat sakit. Aku merasa ibuku datang menemuiku, mengajak ku dan semua terasa gelap.
~~~
"Davin, cinta ..." ucap nyonya Tamara pada anaknya.
"ada apa lagi dengannya.? Bilang padanya aku tidak ingin melihat wajahnya."
"sayang, kamu memang tidak akan bisa melihatnya lagi. Cinta meninggal, Davin.".
Seperti ada yang menghantam kepalanya, menusuk nusuk nya memakai benda yang amat tajam tepat di hati Davin. Ia menangis. Untuk pertama kali nya ia menangis untuk CINTA .
**
Dimakam ini. Makam yang bertulis kan nama Cinta.
Cintanya kini sudah tiada. Cintanya pergi tanpa sempat mengatakan hal apapun. Davin menyesal. Ia terpukul , ia masih tak dapat menerima kenyataan ini.
"ini, bacalah. Aku melihatnya memeluk buku ini ketika ia tertidur".
Perlahan , Davin membuka buku itu.
"Davin, aku mencintaimu. Maafkan aku sudah membohongimu. Aku takut kehilangan mu ketika kamu tahu tentang penyakit ku."
"Davin, hari ini aku rindu pada mu. Aku ingin memeluk mu."
"Davin, bukan maksud ku mengabaikan mu. Aku menyayangimu. Maafkan aku Davin."
“entah mengapa, hari ini aku ingin besama mu, memeluk mu. Hari ini, entah mengapa aku merasa semua warna berubah menjadi putih. Tuhan, aku rindu pada nya. Hari ini, entah mengapa aku ingin berkumpul dengan orang orang yang ku sayang.”
"Davin, aku merasa hari ini berbeda. Aku merasa kalau aku berakhir pada hari ini. Davin, temui aku. Aku ingin mati dipelukan mu, mencium mu. Davin, tolong aku. Kepalaku sakit sekali. Tolong aku Davin, aku menyayangimu, maafkan aku, Dav ..............".
Catatan itu terhenti. Tangisan Davin terdengar. Ia menyesal, bahkan dihari terakhir cinta, Davin tidak ada. Ia terbunuh oleh keegoisannya .
Seberapa besarnya cinta , memang kita tahu saat kita kehilangannya. Dan ketika itu, kita hanya bisa menyesal. Sisihkan waktumu untuk orang yang kamu sayangi. Maafkan ia jika ia membuat mu terluka. Karna sesungguhnya ia tidak ingin melukaimu.
Berilah ia kebahagiaan. Sebelum waktu mengambil semua darimu. Karna waktu tidak akan menunggu mu, untuk kembali dimana kamu ingin memulainya dari awal.
THE END
Share:

Ketika ...

16 Juni 2008

Kelulusan ! Itulah yang dinantikan semua remaja ketika mereka duduk dikelas 3 SMA. setelah hampir 13 tahun perjuangan. 5 huruf itu menggambarkan keceriaan diraut wajah mereka.
"Pelangi aku lulus.!" ucap Langit lalu memeluk erat Pelangi sambil dipenuhi rasa gembira.
"selamat ya Langit, aku ikut senang" balas Pelangi dengan senyung indahnya.
"hari ini, kamu harus ikut aku. Aku mau ngajak kamu ketempat paling romantis buat ngerayain kelulusan kita dan aniversarry kita yang ke 2 tahun. Kamu gak boleh nolak ya ??" ajak Langit sambil memegang kedua tangan Pelangi lalu mencium tangannya. Pelangi pun mengangguk lalu tersenyum.
***
Malam, 19.00 @Lamborghini’s Caffe

Mereka berdua duduk di sebuah tempat yang dikelilingi oleh ornamen lukisan cinta dan dihiasi lampu berbentuk Love serta ditambah merdunya suara gemercik air dan Alunan piano dengan lagu "a thousand years". Menambah keromantisan diantara mereka.
"sayang, kamu suka kan ??" tanya Langit ketika melihat Pelangi berkaca kaca melihat semua ini. Pelangi pun mengangguk, terhipnotis dengan keindahan yang Langit ciptakan. Ia hanya dapat tersenyum memandang Langitnya itu.
"makasih Langit, aku seneng banget" ucap Pelangi dengan airmata yang jatuh dipipinya.
"sayang, kamu gak boleh nangis. Aku masih punya satu kejutan lagi buat kamu." Langit pun mengambil sesuatu dalam kantongnya. Tempat berbentuk hati. Ia pun perlahan membukannya dihadapan pelangi.
Pelangi terkejut. Sebuah kalung berliontin LOVE berada di hadapannya. Pelangi lalu menatap langit dengan perasaan bahagia. Langit pun mulai memakaikan kalung itu. Digenggamnya kedua tangan Langit. Dipeluknya erat.
"sayang, makasih banyak buat malam ini." ucap pelangi. Langit pun mencium kening Pelangi.
***
esoknya pukul 15.12 ditaman Bunga

Setiap pertemuan, akan ada sebuah perpisahan. Memang menyakitkan. Tapi itulah hidup.
"aku harus nyelesain study aku. Kamu mau kan nunggu aku .??" tanya Langit sambil memeluk erat pelangi. Ia mengucapkan itu dengan sangat berat hati.
"aku akan nunggu kamu Langit. Aku janji. Aku akan setia nunggu kamu." balas pelangi. Pelangi menangis dipelukan Langit. Begitu juga Langit. Yang tak bisa menahan airmatanya. Walaupun hanya 4 tahun. Tapi tetap saja menyakitkan jika kita berpisah dengan orang yang kita sayangi.
"aku janji, kalo aku udah pulang. Kamulah orang pertama yang akan aku temui." Ucap Langit sambil mengusap rambut Pelangi. Pelangi hanya mengangguk. Walau sebenarnya berat, tapi ia gak boleh sedih.
Suatu saat Langitnya akan kembali untuknya.
*selamat jalan kekasih, genggamlah angan angan. Dan jangan ragu tuk melangkah. Demi masa depan, dan segala kemungkinan.*
***
July, 2008
di Bandara.

Saat saat paling berat untuk Langit dan Pelangi. Pelangi pun memeluk Langit untuk terakhir kalinya sebelum Langit berangkat. Langit menangis memeluk Pelangi. Langit mencium kening Pelangi.
"tunggu aku, kita masih bisa kirim e-mail. Aku sayang kamu" . Ucap Langit.
Perlahan langit pun pergi setelah mencium kedua tangan Pelangi .
"aku akan setia nunggu kamu, Langit."
*Selamat jalan kekasih. Kejarlah cita cita, dan jangan ragu tuk melangkah ..
Suatu hari nanti, kita kan bersama lagi, bersama lagiii, kita berdua*
***
Setiap malam, Pelangi rela tidak tidur hanya untuk membalas e-mail dari Langit. Ia sampai rela tidak belajar hanya untuk melepas rindunya untuk Langit.
Padahal Langit sudah mencegahnya. Tapi apa boleh buat. Itu kemauan Pelangi.

November ..

Desember ..

Januari ..

Februari ..

Maret ..

5 bulan lalu, semua contact Langit terhenti. Setiap hari Pelangi selalu mengirimkan e-mail pada Langit. Tapi tak satupun dibalas olehnya.

"udah deh lang.! Loe lupain aja Langit loe itu! Siapa tau aja disana dia udah lupain lo !!" ucap Viona kepada sahabatnya itu . Setelah Pelangi tak lagi mendapat kabar dari Langit. Senyum pelangi kian menghilang. Hanya terdiam dan sering melamun.
"nggak Vi.! Gue yakin.! Dia juga setia sama gue.! Mungkin dia lagi sibuk banget ampe gak ngabarin gue.". Balas Pelangi , mencoba membuang jauh jauh perkataan Viona yang membuat dadanya seketika menyesak.
***
"Resah, rintik hujan yang tak henti menemani ..
Sunyinya malam ini, sejak dirimu jauh dari pelukan.."

"happy anniversarry 3th sayang. Aku disini setia sama kamu. Aku akan nunggu kamu." Ucap Pelangi sambil memeluk boneka pemberian Langit lalu mencium kalung liontin nya.

Pelangi memang memegang teguh pendiriannya. Ia tetap setia pada langit . Setiap kali ada laki laki mendekatinya, Pelangi sekuat tenaga menahan perasaannya untuk menyambut laki laki lain yang ingin mencintainya tulus. David. Walaupun sudah mati matian mengorbankan apapun untuk Pelangi. Pelangi tetap saja tidak luluh. Karna di hati dan pikirannya hanya ada satu nama "Alangit Elang Prayudha." nama itu akan selalu ada di hati Pelangi. Yaa ..
Dia tidak akan mengingkari janjinya pada Langit.
***
16 juni 2012
"happy anniversarry ke 5th sayang. Aku selalu nunggu kamu disini."
***
4 tahun sudah penantian Pelangi. Berharap tahun ini, pelangi dapat menatap kembali wajah Langit.
Langit janji, akan menemui Pelangi malam ini di Lamborghini’s Caffe jam 7 malam. Tapi, sampai jam setengah sebelas, langit belum juga datang.
***
16 July 2012
Langit belum juga menemui Pelangi. Padahal setiap malam Pelangi selalu menunggunya di caffe itu.
Suatu saat, Pelangi memutuskan untuk pergi kerumah Langit. Memastikan Langit sudah kembali atau belum.
***
tok.. Tok.. Tok ..
Pintu terbuka. Terlihat Ibu nya Langit yang membukanya.
"Pelangi?" ucapnya kaget.
"iya tante" balas Pelangi tersenyum.
Pelangi pun dipersilahkan masuk oleh ibunya Langit.
"tante, aku kesini ingin menemui Langit." ucap Pelangi dengan perasaan yang tak menentu.
"Langit ..??" tiba tiba Tante balik bertanya.
"iya tante. Langit udah pulang kan.?"
tiba tiba saja airmata Keluar dari mata Tante Diana. Air mata itu semakin deras mengalir. Pelangi heran, dadanya kini terasa sesak.
"tante.? Langit kenapa ?? Tante kenapa nangis ? Ada apa sama Langit , Tante.?" Pelangi perlahan ikut menangis.
"pelangi, langit sudah meninggal 3 tahun yang lalu."
ucapan itu menambah sesak dada Pelangi, pelangi terdiam, tubuhnya melemah. Airmatanya mengalir semakin deras. Matanya tak dapat berkedip.
"pelangi, 4 tahun yang lalu, Langit bilang kan ke kamu kalau dia ingin meneruskan kuliahnya di London? Ia bukan untuk meneruskan kuliahnya. Tapi berobat disana, apa kamu juga gak tau kalau Langit itu mengidap Leukimia??" ucap Tante Diana menjelaskan. Tapi Pelangi tetap pada posisi tadi. Tanpa bergerak. Tanpa mengedipkan matanya. Ia terus menangis dengan dada yang teramat sesak. Kini Pelangi mengerti. Kenapa Langit dulu sering menolak diperiksa kerumah sakit ketika ia mimisan. Kenapa Langit begitu aneh ketika mendengar kata Leukimia. Kenapa Langit sering memeluknya sambil menangis ketika ia merasa kesakitan.
"Langit, kamu bohong sama aku. Kenapa kamu tega sama aku ? Kenapa ???!!!"
***
"harusnya kau mengerti, sungguh besar artimu bagi hidupku ..."

"Langit, aku akan selalu setia buat kamu. Suatu saat nanti, kita akan bersama lagi. Kita berdua. Dan gak akan ada lagi yang akan misahin kita.."

Impian dan Cinta akan saling memberi satu dengan yang lain. Serupa dengan apa yang dilakukan matahari ketika mendekati malam, dan apa yang dilakukan bulan ketika pagi menjelang .
Share:

Cinta Adalah Melihatmu Bahagia ...

"Angel.. Gue bawa ini untuk loe" ucap Elang sambil memberikan sebuah coklat untuk Angel dengan senyum diwajah Elang.
"makasih Lang ..." Jawab Angel pendek. Ia mengambil coklat itu lalu membukanya. Dipoteknya coklat itu lalu di sodorkan di mulut Elang, Elang menatapnya heran.
"ayo dimakan .." ucap Angel dengan tersenyum. Elang pun melahap coklat itu dengan disuapi oleh Angel. Lalu tersenyum menatap malaikat manis dihadapannya.
"gimana Nando?" tanya Elang. Angel terdiam beberapa saat.
"Ngel?" tanya Elang lagi.
"semakin parah Lang, gue gak tega ngeliat dia." Ucap Angel dengan raut kesedihan diwajahnya.
"sabar ya Ngel.. Dia pasti kuat" Elang mencoba menguatkan. Elang pun kembali menyuapi Angel
~~~
Dirumah Sakit.

"kapan gue pulang??" tanya Nando pada Angel yang sedang merapikan tempat tidur Nando.
"kata Dokter, dua atau tiga hari lagi. Nando hati hati!" Angel refleks memegang tangan Nando yang hampir jatuh karna kakinya membentur meja. Tapi tangan itu dilepaskan begitu saja oleh Nando.
"gue bisa sendiri! Awas!" gentak Nando. Angel pun terdiam.
"kamu mau kemana?"
"nyari angin .."
"aku temenin yah?"
Tak ada balasan dari Nando. Angel pun mengikuti Nando. Memegang tangan Nando lalu menuntun nya ke taman rumah sakit.
Ditaman, mereka duduk di banggu dekat pohon yang dikelilingi bunga dan rumput yang indah menyejukan. Angel pun bersandar pada bahu Nando lalu memejamkan matanya.
"kenapa? Kenapa loe masih mau sama gue?" tanya Nando.
"Karna aku cinta sama kamu, seburuk apapun kamu nanti, aku akan selalu cinta sama kamu." balas Angel lalu lebih erat memeluk lengan Nando.
Nando terdiam, sebesar apapun usaha Nando untuk membuat Angel melepaskannya hanya sia sia .
Sekeras apapun Nando memperlakukannya. Angel tetap tidak meninggalkan Nando. Nando hanya tidak ingin Angel terluka , mempunyai pacar yang Buta dan penyakitan sepertinya.
Tapi bagi Angel itu tak masalah ..
Karna mencintai itu bukan bagaimana cara kita untuk melepaskannya ..
Melainkan bagaimana kita bertahan untuknya.
~~~
Dirumah Nando .


"gue gak bisa Nan! Sorry" Tolak Elang.
"gue mohon Lang, loe gak mau kan liat sahabat loe menderita karna gue? Gue gak mau Lang, kalo nanti gue mati, Angel bakalan lebih sakit dan menderita dari ini. Semua ini gue lakuin buat kebahagiaan Angel. Mau kan ? Gue tau kok Lang, kalo sebenernya loe suka sama Angel. Makanya gue minta tolong sama loe." mohon Nando.
"Nan, bukan masalah itu, Angel tuh cinta banget sama loe. Sama loe Nan, bukan gue."
"gue gak mau dia menderita, tolong gue buat kali ini aja Lang. Bikin Angel jauh dari gue. Penyakit gue bisa setiap saat ngancem nyawa gue. Ditambah gue buta. Gue gak mau liat Angel menderita karna gue." mohon Nando dengan wajah berkaca kaca.
Elang terdiam. Ia bingung. Elang takut Angel benci padanya jika nanti ia menjauhkan Angel dengan orang yang sangat berharga bagi Angel. Tapi Elang juga tidak ingin sahabatnya menderita setelah kehilangan Nando nantinya.
~~~
Di Sekolah SMU Pelangi

"Ngel, seberapa cinta loe sama Nando ??" tanya Elang dengan gugup.
"gue gak tau Lang, yang jelas, gue sayang banget sama dia. Gak peduli gimana pun keadaannya. Gue gak mau kehilangan dia Lang.." ucap Angel lirih.
"nanti jalan yuk ? Mau kan ?" tawar Elang mengganti topik yang tadi.
"hari ini? Gue gak bisa Lang, gue kan harus ngerawat Nando."
"kenapa harus Nando lagi? Sekali ini aja loe jalan sama gue ? Ya mau ya??" mohon Elang.
"emm, maaf Lang gak bisa. Maaf ya ? Bagi gue kesehatan Nando yang terpenting. Gak papa kan Lang ?" ucap Angel dengan nada bersalah.
"iya Ngel gak papa" balas Elang kecewa.
~~~
Elang berusaha sampai saat ini mengambil hati Angel . Tapi hasilnya nihil. Angel tetap tak peduli pada pengorbanan Elang.
~~~
Dirumah Sakit.

"gue bisa sendiri. Minggir." Ucap Nando dengan nada yang cukup membentak.
"tapi Nan.."
"GUE BISA! Jangan karna gue buta. Terus lo ngira kalo gue gak bisa apa apa? Tanpa loe gue bisa Ngel!"
kata kata itu begitu menusuk ke jantung Angel. Seperti ada yang menancapkan bambu runcing ke dadanya saat itu juga.
"maafin aku Nan, aku cuma mau ngebantuin kamu." balas Angel menahan tangisnya.
~~~
beberapa hari berlalu, Elang pun menemui Angel.
"Ngel gawat Ngel! Loe harus ikut gue sekarang juga!" seru Elang panik.
Angel yang melihatnya heran.
"gawat kenapa Lang? Nih minum dulu" ucap Angel lalu menyodorkan air minum kepada Elang.
"ikut gue sekarang ya? Gawat banget Ngel. Please. Ya ??"
tanpa menunggu jawaban Angel, Elang menuntun Angel menaiki Mobil.
Angel pun hanya heran melihatnya. Dan mengikuti apa yang Elang mau.
1 jam berlalu hanya di mobil itu. Tapi mereka tetap tidak sampai ditujuan.
"Lang sebenernya kita mau kemana sih ?? Daritadi tuh cuma lurus belok gak jelas!"
Elang mulai panik.
"bentar lagi Ngel! Gue janji bentar lagi kita nyampe kok." balas Elang gugup.
"iya tapi kapan? Daritadi bentar lagi bentar lagi terus! Mau kemana sih Lang! Gawat apanya ?!" Angel mulai berkata dengan nada yang mulai kesal.
"emm itu ngel..."
"emm amm emm apa?! Balik sekarang! Anter gue kerumah Nando ! SEKARANG JUGA!!" gentak Angel.
Elang pun kehabisan akal. Lalu menuruti perintah Angel.
Beberapa jam berlalu, mereka pun sampai di depan gerbang rumah Nando.
"Bik, Nando mana ??" tanya Angel setelah melihat dihalaman tidak ada Nando. Biasa nya setiap sore Nando selalu ada dihalaman.
"anu non, tadi mas Nando jatuh dari tangga, sekarang sedang ada dirumah sakit non."
Angel tersentak.
"ayo Ngel.." ajak Elang lalu menuju rumah sakit. Selama di dalam mobil, Angel hanya diam dan terus menangis memikirkan keadaan Nando.
~~~
Dirumah sakit

Mereka segera menuju ruan UGD
Semua sudah berkumpul disana.
"Tante, gimana keadaan nando ?" Tanya Angel panik.
"Nando koma , Ngel. Keadaan nya kritis."
Angel pun melemah. Ia menangis dan bersandar pada tembok.
"Ngel, sabar ya.." ucap Elang sambil memeluk Angel. Angel segera melepaskan pelukan Elang. Tamparan mengenai pipi Elang. Elang dan semuanya kaget melihatnya.
"Ngel kok ...?" seru Elang heran.
"kalo loe gak ngajak gue pergi gak jelas kayak tadi, gue pasti bisa ngejagain Nando !! Ini semua karna loe! Pergi loe dari sini! Gue gak mau ngeliat loe! Gue benci sama loe!!" seru Angel dengan menahan sesaknya yang kini semakin membuatnya sulit bernafas.
Elang terhempas. Dadanya terasa sakit. Baru kali ini ia melihat Angel marah sampai menamparnya. Apa Angel begitu mencintai Nando ??
~~~
Tiga hari berlalu tanpa perubahan dari Nando. Dokter bilang, bukan hanya karena benturan dikepala Nando, tapi karna ginjal Nando yang semakin parah dan Rusak , membuat keadaanya semakin parah. Jika Nando tidak mendapat Donor dengan cepat, nyawa Nando mungkin tidak bisa di selamatkan.  Angel memberanikan diri mengusulkan untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk Nando. Tapi semua mencegahnya. Bagi keluarga Nando, pengorbanan Angel selama ini saja sudah cukup. Bagaimana hasilnya nanti, mrekea semua pasrah. Berharap apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk Nando
Satu minggu berlalu, tetapi tetap tidak ada perubahan dari Nando. Sementara Angel, tetap setia mendampingi Nando dengan terus memegang tangan Nando.
Tiba tiba, Dokter berkata bahwa sudah ada pendonor yang cocok untuk Nando, bahkan pendonor itu juga rela mendonorkan matanya untuk Nando.
Operasi pun dimulai. Setelah 28 jam . Dokter menyatakan berhasil.
Semua mengucapkan 'Alhamdullilah'.
Terutama Angel.
Tapi Dokter tidak menyebutkan siapa yang rela mendonorkan Mata dan ginjalnya untuk Nando.  Keluarga Nando sangat penasaran siapa yang sudah berbaik hati mendonorkan sekaligus 2 organ tubuhnya untuk Nando, semua hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mendo’akan yang terbaik untuk orang yang sudah berbaik hati menolong Nando dari masa masa kritisnya.
Satu minggu berlalu, semua menantikan hasil pendonoran mata itu untuk Nando.
Perban mulai dibuka. Nando membuka matanya perlahan. Dilihatnya sekeliling dengan masih samar samar.
Mata itu lalu terhenti melihat Angel.
"Angel ???" ucap Nando lirih dan masih samar samar.
Semua terkejut senang. Akhirnya Nando dapat sembuh dan dapat melihat kembali.
Nando pun merubah sikapnya. Semakin hari, Angel dan Nando selalu menyayangi. Mereka kini sudah sepakat untuk saling menjaga satu sama lain.
Tapi entah mengapa ada yang hilang dari hidup Angel.
Elang .. Ya ... Hampir 1 bulan tak ada kabar dari Elang.
Nando pun mengajak Angel untuk menuju rumah orang tua Angkat Elang. Mereka duduk bersama.
"2 Minggu yang lalu, tiba tiba saja Elang meminta untuk tinggal di Prancis di rumah tantenya. Ia bilang, ia mungkin tidak akan kembali ke jakarta. Begitu katanya Ngel" ucap om Daniel, ayah angkat Elang.
"kenapa dia gak pamitan sama Angel om ?" tanya Angel sedih.
"om juga tidak tahu. Maaf sekali ya Angel." ucap om Daniel.
Mereka pun pulang. Angel hanya terdiam dalam rangkulan Nando.
"suatu saat, aku bakalan ajak kamu ke prancis buat ketemu Elang." ucap Nando.
~~~
Cinta dan Persahabatan ..
Karna Sahabatlah Elang rela memberikan Ginjal dan Matanya untuk Nando tanpa diketahui siapapun kecuali Dokter dan Om Daniel.
Karna cintalah Elang mengalah dan memutuskan pergi jauh meninggalkan kenangannya bersama Angel.
Satu yang harus Angel tau..
Semua itu Elang lakukan untuk Angel, untuk kebahagiaan Angel. Karna Elang tau..
Kebahagiaan Angel adalah Nando ..
Bukan ia ..
Selamat tinggal Angel ..

The End ~
Share:

Tuesday, January 14, 2014

Kahlil Gibran

Aku ingin Mencintaimu dengan sederhana ...
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu ...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana ...
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada ...

ya, seperti itulah cara aku ingin mencintaimu ....
Share: