"bisa kita ketemu sebentar?"
"jangan hari ini, aku sibuk.. maaf, Ran".
"besok?"
"besok aku presentasi buat pengajuan produk baru."
"lusa?"
"Rania, Please. ngertiin aku sedikit aja. kamu tau kan kalo aku sibukterus?"
"2 bulan, Rel kita gak ketemu. cuma sebentar. aku kangen"
"iya aku tau, sayang. tapi beneran. aku sibuk. ngertiin dikit lah"
"iya, Farrel, iya aku ngerti. jaga kesehatan kamu ya"
"iya kamu juga." Telpon di tutup. Harus sesabar apa aku menghadapiorang seperimu? harus lebih mengerti seperti apa lagi aku untuk semua kesibukanmu, Rel ? 2 Tahun lebih tak cukup membuatmu bisa berubah, setidaknya memberisedikit waktu untuk kita, untuk hubungan kita. sesulit apa melakukannya untukku? untuk orang yang mencintai dan menunggumu disini. Apa karna jarak ini ?Jarak antara Bandung dan Jakarta ? entahlah.. aku sama sekali tidak mengertidengan apa yang ada dipikiranmu.
Banyak yang bilang aku bodoh, masih saja bertahan untuk orang yang samasekali tidak memperdulikanku. tapi aku percaya Farrel peduli padaku. hanya sajadia sibuk, ya.. terlalu sibuk sampai ia tidak sadar ia telah mengabaikanku.
Aku memang menjalani Hubungan jark jauh dengan Farrel. Farrel teman Kuliahkusemasa di Bandung dulu. sampai akhirnya lulus, ia kembali ke Jakartadanmeneruskan bekerja sebagai seorang Manager di perusahaan Eksport-Import disalah satu perusahaan swasta ternama disana. Farrel orang yang sangat bekerjakeras. meskipun berkecukupan, ia tidak ingin bersenang senang dengan uang yangdikasih orangtunya. semua yang ia dapatkan adalah hasil kerja kerasnya sendiri.karna dari kecil Farrel sudah diajarkan bagaimana mendapatkan sesuatu dengankerja kerasnya sendiri dari orangtua nya. Semua yang didapatkan Farrel, mulaidari Motornya hingga Mobil yang kini ia dapatkan, semua itu ia dapatkan darihasil kerja kerasnya sendiri. Papahnya Farrel adalah salah satu pemilikperusahan sepatu yang sangat terkenal diBandung dan Jakarta. Sewaktu Farrellulus kuliah, Farrel ditawarkan untuk langsung mengisi jabatan sebagai Dikekturuntuk menggantikan papahnya. tapi Farrel menolak. ia memilih bekerjadiperusahaan lain dengan alasan ia tidak ingin mendapat sesuatu secara instan.Farrel juga orang yang sangat keras kepala. semua kemauannya harus dituruti dandimengerti. tanpa terkecualian apapun.
Sosok Pekerja Keras seperti Farrel yang sangat membuatku bangga. Dan akusangat menyayanginya. Aku percaya semua yang ia lakukan disana, aku percaya diajuga akan menjaga hatiku disana.
~~~
"Kenapa sih masih aja ngarepin dia. dia juga kayaknya gak serius samalo, Ran."
"sok tau deh lo, udah ah gue cari makan siang dulu. mau ikut gak?"
"susah emang ngomong sama orang kayak loe, Ran"
Aku tak menyalahkan semua perkataan Vinna kepadaku. ada benarnya jugasebenarnya. Belakangan ini waktu Farrel sangat sedikit untukku, bahkan untukkomunikasi sekalipun. tapi aku menggubrisnya. aku tidak ingin membiarkanpikiran negatif ku merusak hubungan kita.
Aku tetap sabar menghadapi sikap Farrel. 1 Minggu tanpa kabar, aku tetapmenantinya, setelah terakhir ia sms "Jangan tinggalin aku ya, Maaf akuterlalu sibuk buat kamu. aku sayang kamu. aku pasti bahagiain kamu kok."
Ya, itulah sms Terakhir Farrel sebelum ia Ikut Ke Kalimantan untuk sebuahProyek baru disana.
aku hanya bisa bersabar, ya... entah seberapa lama kesabaran aku bertahan.
"Rania?"
"Farrel?"
"iya ini aku, maaf aku baru ngabarin kamu. aku sibuk banget. sampe HPaja aku tinggalin di Jakarta. Maaf ya. kamu baik baik aja kan?"
"iya, aku baik baik aja kok. kamu jaga kesehatan kamu ya."
"iya sayang, yaudah nanti aku kabarin lagi. masih banyak proyek yangharus aku urus. sampai nanti ya."
"nanti kapan?"
Telepon di ditutup.
sabar Rania, Sabar... cuma itu yang bisa aku katakan pada dirikusendiri.
~~~
Hari ini di Kantor ku kedatangan Pegawai baru, laki laki. dan yangmembuat ku terkejut ternyata dia Itu Rio, Cowok yang aku taksir sejak diSMK dulu. itu membuatku kembali teringat ketika betapa aku mengiginkannya untukjadi milikku. tapi ia hanya mengganggapku sebagai teman. makanya aku tidakberani mengutarakan perasaanku padanya.
"Lho? Rania?" Rio terlihat kaget saat melihat ku dan tersenyumpadanya.
"Iya Io. hehe. kita ketemu lagi ya" ucapku tersenyum senang.
"Lho kalian udah saling kenal?"
"iya kita temen satu kelas" Ucap kita berbarengan. Refleks.
"Wah, berarti Mudah dong dapet kecocokannya, Ran? dia satu ruangan samakamu juga. dia yang akan kerja bareng kamu buat bikin project Animasi samaNgedesignnya. kalo gitu gue gak salah pilih dong ya?"
"hahaha gak salah kok Mbak. makasih ya" Kata Rio yang kelihatannyasudah akrab dengan Atasan ku itu.
"Ciee Rania hahaha" Ledek Vinna.
"Apaan sih Vin" Ucapku mengeles.
~~~
Satu Project dengan Rio. otomatis intensitas pertemuanku dengannya semakinsering. didalam maupun diluar Kerjaan untuk sekedar kumpul kumpul dengan temansatu kantor.
"Sori ya, io, jadi ngerepotin lo gini"
"gapapa kok. lagi juga gak bagus lagi, cewek pulang malemsendirian."
Aku cuma bisa tersenyum. Entah mengapa, ketika dekat dengan Rio, semua tentangFarrel hilang begitu saja. tidak lagi kesal karna jadwal bertemu dengannya iabatalkan untuk kepentingan pribadinya. aku merasa lebih nyaman jika bersamadengan Rio. entahlah.. aku bingung ..
"Besok ulang tahun hubungan kita yang ke 3 Tahun, kamu gak bisa ketemu?"
"Besok aku,"
"Farrel. kita udah lama gak ketemu. kamu selalu aja sibuk sama urusankamu. bisa gak sih kasih waktu kamu sedikit aja buat aku?"
"2 bulan yang lalu kan kita ketemu, sayang"
"Rel, kamu tau kan aku kangen sama kamu? hargai aku dikit rel. hargaihubungan kita sedikit aja"
"Rania, bukan gitu, aku ..."
"Aku cuma mau ketemu kamu Rel. udah. 6 bulan ini aku sabar buat nunggukamu sampe kamu ngga sibuk lagi. tapi apa? kamu masih tetep gak bisa!"
"RANIA! kenapa kamu jadi kasar begini sih?"
"aku capek, Rel, nunggu kamu terus! Aku capek sama sikap kamu yanglebih mentingin kesibukan kamu daripada aku!"
"Rania..."
"Udahlah, Rel. kalo kamu begini terus, kita putus aja."
Telpon langsung aku tutup dan langsung ku switch off. Aku menangis sekencangkencangnya. wajarkah apa yang aku lakukan?
wajar kan? aku hanya minta sedikit dari waktunya. tapi masih seperti ini.apa yang harus aku lakukan?
"Ran? kenapa? Farrel lagi?" Tanya Vinna.
Aku memeluk Vinna erat erat. hatiku begitu sakit saat ini.
"Rania, sebenernya gue mau bilang sesuatu." aku langsung melepaspelukannya.
mata ku mengisyaratkan keingin tahuan.
"2 bulan lalu, gue ke Jakarta. pas gue lagi di Resto, gue ngeliat orangmirip Farrel. ya walaupun gue belum pernah ketemu langsung, tapi gue yakin ituFarrel. dia..."
"Dia apa?"
"Dia...."
"Apa, Vin?! kasih tau gue!"
"Dia lagi berdua sma cewek dan keliatannya akrab banget. ketawa ketawagitu. mau gue samperin, ga enak. dia kan ga kenal gue. sori, Ran"
Rasanya seperti ada yang meremukan tulangku. sakit. aku merasa dibodohi. dikhianati oleh orang yang sangat aku cinta.
rasanya ingin membuang semua tentang Farrel yang ada di dalam benak ku.kenapa Farrel setga itu padaku ? aku menunggunya disini, menanti ya dengansabar. tapi ini yang aku dapatkan. Ya Allah.. Rasanya seperti tidak bisabernafas lagi.
saat pulang, aku selalu di antar pulang oleh Rio. Rio menatapku.
"Ran? Kenapa?"
"aku masih saja terdiam. Rio menghentikan mobilnya dan menatapku.
"Rania?"
Aku tak sanggup menatapnya. aku tak sanggup menahan luka yang saat inimencoba menghancurkanku. Aku menangis. Dan Rio mulai memelukku.
aku menangis sekencang kencangnya di pelukan Rio. Berharap dapat sedikitmeredakan Rasa sakit yang saat ini membuatku sulit bernafas.
"jangan nangis, Ran. ada gue." Ucap Rio sambil mengusap kepalaku.mencoba menenangkan.
~~~
HP samasekali belum aku aktifkan sejak kejadian terakhir aku berbicara diTelpon dengan Farrel. aku butuh waktu untuk semua ini. untuk membicarakankelanjutan hubunganku dengan Farrel.
Sudah 3 hari aku seperti ini, bekerja tidak konsen. makan tidak teratur. dankerjaan berantakan.
Vinna berkali kali mengingatkan ku untuk jangan seperti ini terus. Rio jugaselalu memberiku perhatian agar aku bisa melupakan Farrel. tapi tetap saja.Rasa sakit masih melekat jelas di hatiku.
Malam itu, karna aku ada urusan dengan Vinna, aku memutuskan untukmengaktifkan kembali HP yang ku simpan rapi di lemari. melihatnya, membuat kumengingat kembali tentang Farrel.
ketika aku ingin menghubunginya. ada banyak pesan masuk. dan paling banyakdari Farrel.
aku membukanya dengan malas. memangnya dia masih peduli padaku? tanya kudalam hati.
"Besok kita ketemu ya, Kamu jangan kasar kayak tadi lagi. sekarang akulagi siap siap ke Bandung. aku minta cuti 3 hari buat bayar waktu untukhubungan kita. kamu tunggu ya"
Aku kaget. ku buka lagi pesannya.
"Rania, aku lagi di Jalan. paling enggak aku sampe sana jam 1 malam.aku kehotel dulu. besok pagi nya baru ke kantor kamu."
"Maafin aku ya, Sayang. aku terlalu sibuk. aku sibuk bukan untuk diriaku sendiri. tapi buat ngebahagiain kamu juga."
Pesan selanjutnya dari Mamahnya Farrel. ragu ragu aku membukanya. dantik..... Waktu seakan berhenti dan sekana Tubuh Hilang dari raganya.
"Rania, Farrel meninggal. dia kecelakaan saat mau menemuimu diBandung."
Farrel .... Ucapku lirih. ya Allah kabar apa ini ? katakan padaku ini semuahanya mimpi. Aku mohon. Ya Alllah. aku mohon, jangan beri aku kabar sepertiini... aku mohon.
Raga ku seakan terbang. tubuhku kaku seperti kehabisan darah. jantungkuseakan berhenti berdetak.
saat itu juga aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan di antar Rio.
~~~
Sampai disana, aku turun dari mobil dengan lemas. aku sudah kehabisanenergi. semua terasa begitu berat . melangkah pun sulit untukku.
ku lihat Rumah Farrel yang super megah itu, banyak orang disana. perlahandengan ditemani Rio, aku mendekati pintu itu. Mamahnya Farrel menyambutku.
saat melihatku, ia menangis. aku memeluknya tanpa bisa berkata apapun lagi.
"Rania, Farrel sudah tidak ada... Ya Allah nak.."
Aku hanya bisa menangis. menyesali semuanya. menyesli sikapku. menyesalikeadaan yang membuatku seperti ini. aku sangat tidak sanggup. aku lemah. Akumenyesal. Farrel, maafin aku. Aku sayang sama kamu. Maafin aku Rel.
aku hanya bisa diam meliah semua Tujuan masa depan Farrel yang di tunjuakanKakanya padaku. Rumah masa depan itu yang sudah ia beli untuk nanti kitamenikah beserta semua isinya, Gambar Lukisan ku dengannya yang di pajang di dindingRumah megah yang terlhat sangat bahagia.
"Kakak tau, sikap Farrel salah, dia mau bikin kamu bahagia, tapi malahmengabaikan kamu. Rania, dia sayang sekali sama kamu. dia sampai tanya ke temankamu, Alicia tentang apa saja keinginan kamu. dia wujudkan disini, dari DesignRumah yang kamu sukai, Mobil, sampai Terakhir kakak dengar, dia sedang inginmembuat Tempat tinggal di Paris untuk kalian tinggal disana. Negara kesukaankamu. itu semua dia klakuin untuk kamu. sampai ia terlalu sibuk untuk mengurus citacitanya untuk mmbahagiakan kamu."
Aku tak sanggup berkata apapun. semua begitu sulit untuk ku utarakan. hanyatangisan yang terus mengalir dari mata ku yang tidak berhenti henti. Farrel ...
hanya nama itu yang menyiksa hatiku saat ini.
~~~
aku memeluk batu Nissan yang bertuliskan Nama Farrel, menangis sekencangkencangnya mengingat sikap ku padanya yang membuat ku menyesal saat ini.
Rio memelukku, mencoba menenangkan ku.
Farrel....
Andai waktu bisa ku putar, andai Sang waktu berpihakpadaku, akan kah semuaini terjadi? aku menyesal telah mengabaikanmu, keegoisanku membuatku bersikapkasar pada mu. keegoisan ku membuatku mengabaikanmu dan bertindak tanpa kupikir lagi. maafkan aku, Farrel.. Maaf...
"jangan hari ini, aku sibuk.. maaf, Ran".
"besok?"
"besok aku presentasi buat pengajuan produk baru."
"lusa?"
"Rania, Please. ngertiin aku sedikit aja. kamu tau kan kalo aku sibukterus?"
"2 bulan, Rel kita gak ketemu. cuma sebentar. aku kangen"
"iya aku tau, sayang. tapi beneran. aku sibuk. ngertiin dikit lah"
"iya, Farrel, iya aku ngerti. jaga kesehatan kamu ya"
"iya kamu juga." Telpon di tutup. Harus sesabar apa aku menghadapiorang seperimu? harus lebih mengerti seperti apa lagi aku untuk semua kesibukanmu, Rel ? 2 Tahun lebih tak cukup membuatmu bisa berubah, setidaknya memberisedikit waktu untuk kita, untuk hubungan kita. sesulit apa melakukannya untukku? untuk orang yang mencintai dan menunggumu disini. Apa karna jarak ini ?Jarak antara Bandung dan Jakarta ? entahlah.. aku sama sekali tidak mengertidengan apa yang ada dipikiranmu.
Banyak yang bilang aku bodoh, masih saja bertahan untuk orang yang samasekali tidak memperdulikanku. tapi aku percaya Farrel peduli padaku. hanya sajadia sibuk, ya.. terlalu sibuk sampai ia tidak sadar ia telah mengabaikanku.
Aku memang menjalani Hubungan jark jauh dengan Farrel. Farrel teman Kuliahkusemasa di Bandung dulu. sampai akhirnya lulus, ia kembali ke Jakartadanmeneruskan bekerja sebagai seorang Manager di perusahaan Eksport-Import disalah satu perusahaan swasta ternama disana. Farrel orang yang sangat bekerjakeras. meskipun berkecukupan, ia tidak ingin bersenang senang dengan uang yangdikasih orangtunya. semua yang ia dapatkan adalah hasil kerja kerasnya sendiri.karna dari kecil Farrel sudah diajarkan bagaimana mendapatkan sesuatu dengankerja kerasnya sendiri dari orangtua nya. Semua yang didapatkan Farrel, mulaidari Motornya hingga Mobil yang kini ia dapatkan, semua itu ia dapatkan darihasil kerja kerasnya sendiri. Papahnya Farrel adalah salah satu pemilikperusahan sepatu yang sangat terkenal diBandung dan Jakarta. Sewaktu Farrellulus kuliah, Farrel ditawarkan untuk langsung mengisi jabatan sebagai Dikekturuntuk menggantikan papahnya. tapi Farrel menolak. ia memilih bekerjadiperusahaan lain dengan alasan ia tidak ingin mendapat sesuatu secara instan.Farrel juga orang yang sangat keras kepala. semua kemauannya harus dituruti dandimengerti. tanpa terkecualian apapun.
Sosok Pekerja Keras seperti Farrel yang sangat membuatku bangga. Dan akusangat menyayanginya. Aku percaya semua yang ia lakukan disana, aku percaya diajuga akan menjaga hatiku disana.
~~~
"Kenapa sih masih aja ngarepin dia. dia juga kayaknya gak serius samalo, Ran."
"sok tau deh lo, udah ah gue cari makan siang dulu. mau ikut gak?"
"susah emang ngomong sama orang kayak loe, Ran"
Aku tak menyalahkan semua perkataan Vinna kepadaku. ada benarnya jugasebenarnya. Belakangan ini waktu Farrel sangat sedikit untukku, bahkan untukkomunikasi sekalipun. tapi aku menggubrisnya. aku tidak ingin membiarkanpikiran negatif ku merusak hubungan kita.
Aku tetap sabar menghadapi sikap Farrel. 1 Minggu tanpa kabar, aku tetapmenantinya, setelah terakhir ia sms "Jangan tinggalin aku ya, Maaf akuterlalu sibuk buat kamu. aku sayang kamu. aku pasti bahagiain kamu kok."
Ya, itulah sms Terakhir Farrel sebelum ia Ikut Ke Kalimantan untuk sebuahProyek baru disana.
aku hanya bisa bersabar, ya... entah seberapa lama kesabaran aku bertahan.
"Rania?"
"Farrel?"
"iya ini aku, maaf aku baru ngabarin kamu. aku sibuk banget. sampe HPaja aku tinggalin di Jakarta. Maaf ya. kamu baik baik aja kan?"
"iya, aku baik baik aja kok. kamu jaga kesehatan kamu ya."
"iya sayang, yaudah nanti aku kabarin lagi. masih banyak proyek yangharus aku urus. sampai nanti ya."
"nanti kapan?"
Telepon di ditutup.
sabar Rania, Sabar... cuma itu yang bisa aku katakan pada dirikusendiri.
~~~
Hari ini di Kantor ku kedatangan Pegawai baru, laki laki. dan yangmembuat ku terkejut ternyata dia Itu Rio, Cowok yang aku taksir sejak diSMK dulu. itu membuatku kembali teringat ketika betapa aku mengiginkannya untukjadi milikku. tapi ia hanya mengganggapku sebagai teman. makanya aku tidakberani mengutarakan perasaanku padanya.
"Lho? Rania?" Rio terlihat kaget saat melihat ku dan tersenyumpadanya.
"Iya Io. hehe. kita ketemu lagi ya" ucapku tersenyum senang.
"Lho kalian udah saling kenal?"
"iya kita temen satu kelas" Ucap kita berbarengan. Refleks.
"Wah, berarti Mudah dong dapet kecocokannya, Ran? dia satu ruangan samakamu juga. dia yang akan kerja bareng kamu buat bikin project Animasi samaNgedesignnya. kalo gitu gue gak salah pilih dong ya?"
"hahaha gak salah kok Mbak. makasih ya" Kata Rio yang kelihatannyasudah akrab dengan Atasan ku itu.
"Ciee Rania hahaha" Ledek Vinna.
"Apaan sih Vin" Ucapku mengeles.
~~~
Satu Project dengan Rio. otomatis intensitas pertemuanku dengannya semakinsering. didalam maupun diluar Kerjaan untuk sekedar kumpul kumpul dengan temansatu kantor.
"Sori ya, io, jadi ngerepotin lo gini"
"gapapa kok. lagi juga gak bagus lagi, cewek pulang malemsendirian."
Aku cuma bisa tersenyum. Entah mengapa, ketika dekat dengan Rio, semua tentangFarrel hilang begitu saja. tidak lagi kesal karna jadwal bertemu dengannya iabatalkan untuk kepentingan pribadinya. aku merasa lebih nyaman jika bersamadengan Rio. entahlah.. aku bingung ..
"Besok ulang tahun hubungan kita yang ke 3 Tahun, kamu gak bisa ketemu?"
"Besok aku,"
"Farrel. kita udah lama gak ketemu. kamu selalu aja sibuk sama urusankamu. bisa gak sih kasih waktu kamu sedikit aja buat aku?"
"2 bulan yang lalu kan kita ketemu, sayang"
"Rel, kamu tau kan aku kangen sama kamu? hargai aku dikit rel. hargaihubungan kita sedikit aja"
"Rania, bukan gitu, aku ..."
"Aku cuma mau ketemu kamu Rel. udah. 6 bulan ini aku sabar buat nunggukamu sampe kamu ngga sibuk lagi. tapi apa? kamu masih tetep gak bisa!"
"RANIA! kenapa kamu jadi kasar begini sih?"
"aku capek, Rel, nunggu kamu terus! Aku capek sama sikap kamu yanglebih mentingin kesibukan kamu daripada aku!"
"Rania..."
"Udahlah, Rel. kalo kamu begini terus, kita putus aja."
Telpon langsung aku tutup dan langsung ku switch off. Aku menangis sekencangkencangnya. wajarkah apa yang aku lakukan?
wajar kan? aku hanya minta sedikit dari waktunya. tapi masih seperti ini.apa yang harus aku lakukan?
"Ran? kenapa? Farrel lagi?" Tanya Vinna.
Aku memeluk Vinna erat erat. hatiku begitu sakit saat ini.
"Rania, sebenernya gue mau bilang sesuatu." aku langsung melepaspelukannya.
mata ku mengisyaratkan keingin tahuan.
"2 bulan lalu, gue ke Jakarta. pas gue lagi di Resto, gue ngeliat orangmirip Farrel. ya walaupun gue belum pernah ketemu langsung, tapi gue yakin ituFarrel. dia..."
"Dia apa?"
"Dia...."
"Apa, Vin?! kasih tau gue!"
"Dia lagi berdua sma cewek dan keliatannya akrab banget. ketawa ketawagitu. mau gue samperin, ga enak. dia kan ga kenal gue. sori, Ran"
Rasanya seperti ada yang meremukan tulangku. sakit. aku merasa dibodohi. dikhianati oleh orang yang sangat aku cinta.
rasanya ingin membuang semua tentang Farrel yang ada di dalam benak ku.kenapa Farrel setga itu padaku ? aku menunggunya disini, menanti ya dengansabar. tapi ini yang aku dapatkan. Ya Allah.. Rasanya seperti tidak bisabernafas lagi.
saat pulang, aku selalu di antar pulang oleh Rio. Rio menatapku.
"Ran? Kenapa?"
"aku masih saja terdiam. Rio menghentikan mobilnya dan menatapku.
"Rania?"
Aku tak sanggup menatapnya. aku tak sanggup menahan luka yang saat inimencoba menghancurkanku. Aku menangis. Dan Rio mulai memelukku.
aku menangis sekencang kencangnya di pelukan Rio. Berharap dapat sedikitmeredakan Rasa sakit yang saat ini membuatku sulit bernafas.
"jangan nangis, Ran. ada gue." Ucap Rio sambil mengusap kepalaku.mencoba menenangkan.
~~~
HP samasekali belum aku aktifkan sejak kejadian terakhir aku berbicara diTelpon dengan Farrel. aku butuh waktu untuk semua ini. untuk membicarakankelanjutan hubunganku dengan Farrel.
Sudah 3 hari aku seperti ini, bekerja tidak konsen. makan tidak teratur. dankerjaan berantakan.
Vinna berkali kali mengingatkan ku untuk jangan seperti ini terus. Rio jugaselalu memberiku perhatian agar aku bisa melupakan Farrel. tapi tetap saja.Rasa sakit masih melekat jelas di hatiku.
Malam itu, karna aku ada urusan dengan Vinna, aku memutuskan untukmengaktifkan kembali HP yang ku simpan rapi di lemari. melihatnya, membuat kumengingat kembali tentang Farrel.
ketika aku ingin menghubunginya. ada banyak pesan masuk. dan paling banyakdari Farrel.
aku membukanya dengan malas. memangnya dia masih peduli padaku? tanya kudalam hati.
"Besok kita ketemu ya, Kamu jangan kasar kayak tadi lagi. sekarang akulagi siap siap ke Bandung. aku minta cuti 3 hari buat bayar waktu untukhubungan kita. kamu tunggu ya"
Aku kaget. ku buka lagi pesannya.
"Rania, aku lagi di Jalan. paling enggak aku sampe sana jam 1 malam.aku kehotel dulu. besok pagi nya baru ke kantor kamu."
"Maafin aku ya, Sayang. aku terlalu sibuk. aku sibuk bukan untuk diriaku sendiri. tapi buat ngebahagiain kamu juga."
Pesan selanjutnya dari Mamahnya Farrel. ragu ragu aku membukanya. dantik..... Waktu seakan berhenti dan sekana Tubuh Hilang dari raganya.
"Rania, Farrel meninggal. dia kecelakaan saat mau menemuimu diBandung."
Farrel .... Ucapku lirih. ya Allah kabar apa ini ? katakan padaku ini semuahanya mimpi. Aku mohon. Ya Alllah. aku mohon, jangan beri aku kabar sepertiini... aku mohon.
Raga ku seakan terbang. tubuhku kaku seperti kehabisan darah. jantungkuseakan berhenti berdetak.
saat itu juga aku memutuskan untuk pergi ke Jakarta dengan di antar Rio.
~~~
Sampai disana, aku turun dari mobil dengan lemas. aku sudah kehabisanenergi. semua terasa begitu berat . melangkah pun sulit untukku.
ku lihat Rumah Farrel yang super megah itu, banyak orang disana. perlahandengan ditemani Rio, aku mendekati pintu itu. Mamahnya Farrel menyambutku.
saat melihatku, ia menangis. aku memeluknya tanpa bisa berkata apapun lagi.
"Rania, Farrel sudah tidak ada... Ya Allah nak.."
Aku hanya bisa menangis. menyesali semuanya. menyesli sikapku. menyesalikeadaan yang membuatku seperti ini. aku sangat tidak sanggup. aku lemah. Akumenyesal. Farrel, maafin aku. Aku sayang sama kamu. Maafin aku Rel.
aku hanya bisa diam meliah semua Tujuan masa depan Farrel yang di tunjuakanKakanya padaku. Rumah masa depan itu yang sudah ia beli untuk nanti kitamenikah beserta semua isinya, Gambar Lukisan ku dengannya yang di pajang di dindingRumah megah yang terlhat sangat bahagia.
"Kakak tau, sikap Farrel salah, dia mau bikin kamu bahagia, tapi malahmengabaikan kamu. Rania, dia sayang sekali sama kamu. dia sampai tanya ke temankamu, Alicia tentang apa saja keinginan kamu. dia wujudkan disini, dari DesignRumah yang kamu sukai, Mobil, sampai Terakhir kakak dengar, dia sedang inginmembuat Tempat tinggal di Paris untuk kalian tinggal disana. Negara kesukaankamu. itu semua dia klakuin untuk kamu. sampai ia terlalu sibuk untuk mengurus citacitanya untuk mmbahagiakan kamu."
Aku tak sanggup berkata apapun. semua begitu sulit untuk ku utarakan. hanyatangisan yang terus mengalir dari mata ku yang tidak berhenti henti. Farrel ...
hanya nama itu yang menyiksa hatiku saat ini.
~~~
aku memeluk batu Nissan yang bertuliskan Nama Farrel, menangis sekencangkencangnya mengingat sikap ku padanya yang membuat ku menyesal saat ini.
Rio memelukku, mencoba menenangkan ku.
Farrel....
Andai waktu bisa ku putar, andai Sang waktu berpihakpadaku, akan kah semuaini terjadi? aku menyesal telah mengabaikanmu, keegoisanku membuatku bersikapkasar pada mu. keegoisan ku membuatku mengabaikanmu dan bertindak tanpa kupikir lagi. maafkan aku, Farrel.. Maaf...