"Angel.. Gue bawa ini untuk loe" ucap Elang sambil memberikan sebuah coklat untuk Angel dengan senyum diwajah Elang.
"makasih Lang ..." Jawab Angel pendek. Ia mengambil coklat itu lalu membukanya. Dipoteknya coklat itu lalu di sodorkan di mulut Elang, Elang menatapnya heran.
"ayo dimakan .." ucap Angel dengan tersenyum. Elang pun melahap coklat itu dengan disuapi oleh Angel. Lalu tersenyum menatap malaikat manis dihadapannya.
"gimana Nando?" tanya Elang. Angel terdiam beberapa saat.
"Ngel?" tanya Elang lagi.
"semakin parah Lang, gue gak tega ngeliat dia." Ucap Angel dengan raut kesedihan diwajahnya.
"sabar ya Ngel.. Dia pasti kuat" Elang mencoba menguatkan. Elang pun kembali menyuapi Angel
~~~
Dirumah Sakit.
"kapan gue pulang??" tanya Nando pada Angel yang sedang merapikan tempat tidur Nando.
"kata Dokter, dua atau tiga hari lagi. Nando hati hati!" Angel refleks memegang tangan Nando yang hampir jatuh karna kakinya membentur meja. Tapi tangan itu dilepaskan begitu saja oleh Nando.
"gue bisa sendiri! Awas!" gentak Nando. Angel pun terdiam.
"kamu mau kemana?"
"nyari angin .."
"aku temenin yah?"
Tak ada balasan dari Nando. Angel pun mengikuti Nando. Memegang tangan Nando lalu menuntun nya ke taman rumah sakit.
Ditaman, mereka duduk di banggu dekat pohon yang dikelilingi bunga dan rumput yang indah menyejukan. Angel pun bersandar pada bahu Nando lalu memejamkan matanya.
"kenapa? Kenapa loe masih mau sama gue?" tanya Nando.
"Karna aku cinta sama kamu, seburuk apapun kamu nanti, aku akan selalu cinta sama kamu." balas Angel lalu lebih erat memeluk lengan Nando.
Nando terdiam, sebesar apapun usaha Nando untuk membuat Angel melepaskannya hanya sia sia .
Sekeras apapun Nando memperlakukannya. Angel tetap tidak meninggalkan Nando. Nando hanya tidak ingin Angel terluka , mempunyai pacar yang Buta dan penyakitan sepertinya.
Tapi bagi Angel itu tak masalah ..
Karna mencintai itu bukan bagaimana cara kita untuk melepaskannya ..
Melainkan bagaimana kita bertahan untuknya.
~~~
Dirumah Nando .
"gue gak bisa Nan! Sorry" Tolak Elang.
"gue mohon Lang, loe gak mau kan liat sahabat loe menderita karna gue? Gue gak mau Lang, kalo nanti gue mati, Angel bakalan lebih sakit dan menderita dari ini. Semua ini gue lakuin buat kebahagiaan Angel. Mau kan ? Gue tau kok Lang, kalo sebenernya loe suka sama Angel. Makanya gue minta tolong sama loe." mohon Nando.
"Nan, bukan masalah itu, Angel tuh cinta banget sama loe. Sama loe Nan, bukan gue."
"gue gak mau dia menderita, tolong gue buat kali ini aja Lang. Bikin Angel jauh dari gue. Penyakit gue bisa setiap saat ngancem nyawa gue. Ditambah gue buta. Gue gak mau liat Angel menderita karna gue." mohon Nando dengan wajah berkaca kaca.
Elang terdiam. Ia bingung. Elang takut Angel benci padanya jika nanti ia menjauhkan Angel dengan orang yang sangat berharga bagi Angel. Tapi Elang juga tidak ingin sahabatnya menderita setelah kehilangan Nando nantinya.
~~~
Di Sekolah SMU Pelangi
"Ngel, seberapa cinta loe sama Nando ??" tanya Elang dengan gugup.
"gue gak tau Lang, yang jelas, gue sayang banget sama dia. Gak peduli gimana pun keadaannya. Gue gak mau kehilangan dia Lang.." ucap Angel lirih.
"nanti jalan yuk ? Mau kan ?" tawar Elang mengganti topik yang tadi.
"hari ini? Gue gak bisa Lang, gue kan harus ngerawat Nando."
"kenapa harus Nando lagi? Sekali ini aja loe jalan sama gue ? Ya mau ya??" mohon Elang.
"emm, maaf Lang gak bisa. Maaf ya ? Bagi gue kesehatan Nando yang terpenting. Gak papa kan Lang ?" ucap Angel dengan nada bersalah.
"iya Ngel gak papa" balas Elang kecewa.
~~~
Elang berusaha sampai saat ini mengambil hati Angel . Tapi hasilnya nihil. Angel tetap tak peduli pada pengorbanan Elang.
~~~
Dirumah Sakit.
"gue bisa sendiri. Minggir." Ucap Nando dengan nada yang cukup membentak.
"tapi Nan.."
"GUE BISA! Jangan karna gue buta. Terus lo ngira kalo gue gak bisa apa apa? Tanpa loe gue bisa Ngel!"
kata kata itu begitu menusuk ke jantung Angel. Seperti ada yang menancapkan bambu runcing ke dadanya saat itu juga.
"maafin aku Nan, aku cuma mau ngebantuin kamu." balas Angel menahan tangisnya.
~~~
beberapa hari berlalu, Elang pun menemui Angel.
"Ngel gawat Ngel! Loe harus ikut gue sekarang juga!" seru Elang panik.
Angel yang melihatnya heran.
"gawat kenapa Lang? Nih minum dulu" ucap Angel lalu menyodorkan air minum kepada Elang.
"ikut gue sekarang ya? Gawat banget Ngel. Please. Ya ??"
tanpa menunggu jawaban Angel, Elang menuntun Angel menaiki Mobil.
Angel pun hanya heran melihatnya. Dan mengikuti apa yang Elang mau.
1 jam berlalu hanya di mobil itu. Tapi mereka tetap tidak sampai ditujuan.
"Lang sebenernya kita mau kemana sih ?? Daritadi tuh cuma lurus belok gak jelas!"
Elang mulai panik.
"bentar lagi Ngel! Gue janji bentar lagi kita nyampe kok." balas Elang gugup.
"iya tapi kapan? Daritadi bentar lagi bentar lagi terus! Mau kemana sih Lang! Gawat apanya ?!" Angel mulai berkata dengan nada yang mulai kesal.
"emm itu ngel..."
"emm amm emm apa?! Balik sekarang! Anter gue kerumah Nando ! SEKARANG JUGA!!" gentak Angel.
Elang pun kehabisan akal. Lalu menuruti perintah Angel.
Beberapa jam berlalu, mereka pun sampai di depan gerbang rumah Nando.
"Bik, Nando mana ??" tanya Angel setelah melihat dihalaman tidak ada Nando. Biasa nya setiap sore Nando selalu ada dihalaman.
"anu non, tadi mas Nando jatuh dari tangga, sekarang sedang ada dirumah sakit non."
Angel tersentak.
"ayo Ngel.." ajak Elang lalu menuju rumah sakit. Selama di dalam mobil, Angel hanya diam dan terus menangis memikirkan keadaan Nando.
~~~
Dirumah sakit
Mereka segera menuju ruan UGD
Semua sudah berkumpul disana.
"Tante, gimana keadaan nando ?" Tanya Angel panik.
"Nando koma , Ngel. Keadaan nya kritis."
Angel pun melemah. Ia menangis dan bersandar pada tembok.
"Ngel, sabar ya.." ucap Elang sambil memeluk Angel. Angel segera melepaskan pelukan Elang. Tamparan mengenai pipi Elang. Elang dan semuanya kaget melihatnya.
"Ngel kok ...?" seru Elang heran.
"kalo loe gak ngajak gue pergi gak jelas kayak tadi, gue pasti bisa ngejagain Nando !! Ini semua karna loe! Pergi loe dari sini! Gue gak mau ngeliat loe! Gue benci sama loe!!" seru Angel dengan menahan sesaknya yang kini semakin membuatnya sulit bernafas.
Elang terhempas. Dadanya terasa sakit. Baru kali ini ia melihat Angel marah sampai menamparnya. Apa Angel begitu mencintai Nando ??
~~~
Tiga hari berlalu tanpa perubahan dari Nando. Dokter bilang, bukan hanya karena benturan dikepala Nando, tapi karna ginjal Nando yang semakin parah dan Rusak , membuat keadaanya semakin parah. Jika Nando tidak mendapat Donor dengan cepat, nyawa Nando mungkin tidak bisa di selamatkan. Angel memberanikan diri mengusulkan untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk Nando. Tapi semua mencegahnya. Bagi keluarga Nando, pengorbanan Angel selama ini saja sudah cukup. Bagaimana hasilnya nanti, mrekea semua pasrah. Berharap apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk Nando
Satu minggu berlalu, tetapi tetap tidak ada perubahan dari Nando. Sementara Angel, tetap setia mendampingi Nando dengan terus memegang tangan Nando.
Tiba tiba, Dokter berkata bahwa sudah ada pendonor yang cocok untuk Nando, bahkan pendonor itu juga rela mendonorkan matanya untuk Nando.
Operasi pun dimulai. Setelah 28 jam . Dokter menyatakan berhasil.
Semua mengucapkan 'Alhamdullilah'.
Terutama Angel.
Tapi Dokter tidak menyebutkan siapa yang rela mendonorkan Mata dan ginjalnya untuk Nando. Keluarga Nando sangat penasaran siapa yang sudah berbaik hati mendonorkan sekaligus 2 organ tubuhnya untuk Nando, semua hanya bisa mengucapkan terimakasih dan mendo’akan yang terbaik untuk orang yang sudah berbaik hati menolong Nando dari masa masa kritisnya.
Satu minggu berlalu, semua menantikan hasil pendonoran mata itu untuk Nando.
Perban mulai dibuka. Nando membuka matanya perlahan. Dilihatnya sekeliling dengan masih samar samar.
Mata itu lalu terhenti melihat Angel.
"Angel ???" ucap Nando lirih dan masih samar samar.
Semua terkejut senang. Akhirnya Nando dapat sembuh dan dapat melihat kembali.
Nando pun merubah sikapnya. Semakin hari, Angel dan Nando selalu menyayangi. Mereka kini sudah sepakat untuk saling menjaga satu sama lain.
Tapi entah mengapa ada yang hilang dari hidup Angel.
Elang .. Ya ... Hampir 1 bulan tak ada kabar dari Elang.
Nando pun mengajak Angel untuk menuju rumah orang tua Angkat Elang. Mereka duduk bersama.
"2 Minggu yang lalu, tiba tiba saja Elang meminta untuk tinggal di Prancis di rumah tantenya. Ia bilang, ia mungkin tidak akan kembali ke jakarta. Begitu katanya Ngel" ucap om Daniel, ayah angkat Elang.
"kenapa dia gak pamitan sama Angel om ?" tanya Angel sedih.
"om juga tidak tahu. Maaf sekali ya Angel." ucap om Daniel.
Mereka pun pulang. Angel hanya terdiam dalam rangkulan Nando.
"suatu saat, aku bakalan ajak kamu ke prancis buat ketemu Elang." ucap Nando.
~~~
Cinta dan Persahabatan ..
Karna Sahabatlah Elang rela memberikan Ginjal dan Matanya untuk Nando tanpa diketahui siapapun kecuali Dokter dan Om Daniel.
Karna cintalah Elang mengalah dan memutuskan pergi jauh meninggalkan kenangannya bersama Angel.
Satu yang harus Angel tau..
Semua itu Elang lakukan untuk Angel, untuk kebahagiaan Angel. Karna Elang tau..
Kebahagiaan Angel adalah Nando ..
Bukan ia ..
Selamat tinggal Angel ..
The End ~
0 comments:
Post a Comment