16 Juni 2008
Kelulusan ! Itulah yang dinantikan semua remaja ketika mereka duduk dikelas 3 SMA. setelah hampir 13 tahun perjuangan. 5 huruf itu menggambarkan keceriaan diraut wajah mereka.
"Pelangi aku lulus.!" ucap Langit lalu memeluk erat Pelangi sambil dipenuhi rasa gembira.
"selamat ya Langit, aku ikut senang" balas Pelangi dengan senyung indahnya.
"hari ini, kamu harus ikut aku. Aku mau ngajak kamu ketempat paling romantis buat ngerayain kelulusan kita dan aniversarry kita yang ke 2 tahun. Kamu gak boleh nolak ya ??" ajak Langit sambil memegang kedua tangan Pelangi lalu mencium tangannya. Pelangi pun mengangguk lalu tersenyum.
***
Malam, 19.00 @Lamborghini’s Caffe
Mereka berdua duduk di sebuah tempat yang dikelilingi oleh ornamen lukisan cinta dan dihiasi lampu berbentuk Love serta ditambah merdunya suara gemercik air dan Alunan piano dengan lagu "a thousand years". Menambah keromantisan diantara mereka.
"sayang, kamu suka kan ??" tanya Langit ketika melihat Pelangi berkaca kaca melihat semua ini. Pelangi pun mengangguk, terhipnotis dengan keindahan yang Langit ciptakan. Ia hanya dapat tersenyum memandang Langitnya itu.
"makasih Langit, aku seneng banget" ucap Pelangi dengan airmata yang jatuh dipipinya.
"sayang, kamu gak boleh nangis. Aku masih punya satu kejutan lagi buat kamu." Langit pun mengambil sesuatu dalam kantongnya. Tempat berbentuk hati. Ia pun perlahan membukannya dihadapan pelangi.
Pelangi terkejut. Sebuah kalung berliontin LOVE berada di hadapannya. Pelangi lalu menatap langit dengan perasaan bahagia. Langit pun mulai memakaikan kalung itu. Digenggamnya kedua tangan Langit. Dipeluknya erat.
"sayang, makasih banyak buat malam ini." ucap pelangi. Langit pun mencium kening Pelangi.
***
esoknya pukul 15.12 ditaman Bunga
Setiap pertemuan, akan ada sebuah perpisahan. Memang menyakitkan. Tapi itulah hidup.
"aku harus nyelesain study aku. Kamu mau kan nunggu aku .??" tanya Langit sambil memeluk erat pelangi. Ia mengucapkan itu dengan sangat berat hati.
"aku akan nunggu kamu Langit. Aku janji. Aku akan setia nunggu kamu." balas pelangi. Pelangi menangis dipelukan Langit. Begitu juga Langit. Yang tak bisa menahan airmatanya. Walaupun hanya 4 tahun. Tapi tetap saja menyakitkan jika kita berpisah dengan orang yang kita sayangi.
"aku janji, kalo aku udah pulang. Kamulah orang pertama yang akan aku temui." Ucap Langit sambil mengusap rambut Pelangi. Pelangi hanya mengangguk. Walau sebenarnya berat, tapi ia gak boleh sedih.
Suatu saat Langitnya akan kembali untuknya.
*selamat jalan kekasih, genggamlah angan angan. Dan jangan ragu tuk melangkah. Demi masa depan, dan segala kemungkinan.*
***
July, 2008
di Bandara.
Saat saat paling berat untuk Langit dan Pelangi. Pelangi pun memeluk Langit untuk terakhir kalinya sebelum Langit berangkat. Langit menangis memeluk Pelangi. Langit mencium kening Pelangi.
"tunggu aku, kita masih bisa kirim e-mail. Aku sayang kamu" . Ucap Langit.
Perlahan langit pun pergi setelah mencium kedua tangan Pelangi .
"aku akan setia nunggu kamu, Langit."
*Selamat jalan kekasih. Kejarlah cita cita, dan jangan ragu tuk melangkah ..
Suatu hari nanti, kita kan bersama lagi, bersama lagiii, kita berdua*
***
Setiap malam, Pelangi rela tidak tidur hanya untuk membalas e-mail dari Langit. Ia sampai rela tidak belajar hanya untuk melepas rindunya untuk Langit.
Padahal Langit sudah mencegahnya. Tapi apa boleh buat. Itu kemauan Pelangi.
November ..
Desember ..
Januari ..
Februari ..
Maret ..
5 bulan lalu, semua contact Langit terhenti. Setiap hari Pelangi selalu mengirimkan e-mail pada Langit. Tapi tak satupun dibalas olehnya.
"udah deh lang.! Loe lupain aja Langit loe itu! Siapa tau aja disana dia udah lupain lo !!" ucap Viona kepada sahabatnya itu . Setelah Pelangi tak lagi mendapat kabar dari Langit. Senyum pelangi kian menghilang. Hanya terdiam dan sering melamun.
"nggak Vi.! Gue yakin.! Dia juga setia sama gue.! Mungkin dia lagi sibuk banget ampe gak ngabarin gue.". Balas Pelangi , mencoba membuang jauh jauh perkataan Viona yang membuat dadanya seketika menyesak.
***
"Resah, rintik hujan yang tak henti menemani ..
Sunyinya malam ini, sejak dirimu jauh dari pelukan.."
"happy anniversarry 3th sayang. Aku disini setia sama kamu. Aku akan nunggu kamu." Ucap Pelangi sambil memeluk boneka pemberian Langit lalu mencium kalung liontin nya.
Pelangi memang memegang teguh pendiriannya. Ia tetap setia pada langit . Setiap kali ada laki laki mendekatinya, Pelangi sekuat tenaga menahan perasaannya untuk menyambut laki laki lain yang ingin mencintainya tulus. David. Walaupun sudah mati matian mengorbankan apapun untuk Pelangi. Pelangi tetap saja tidak luluh. Karna di hati dan pikirannya hanya ada satu nama "Alangit Elang Prayudha." nama itu akan selalu ada di hati Pelangi. Yaa ..
Dia tidak akan mengingkari janjinya pada Langit.
***
16 juni 2012
"happy anniversarry ke 5th sayang. Aku selalu nunggu kamu disini."
***
4 tahun sudah penantian Pelangi. Berharap tahun ini, pelangi dapat menatap kembali wajah Langit.
Langit janji, akan menemui Pelangi malam ini di Lamborghini’s Caffe jam 7 malam. Tapi, sampai jam setengah sebelas, langit belum juga datang.
***
16 July 2012
Langit belum juga menemui Pelangi. Padahal setiap malam Pelangi selalu menunggunya di caffe itu.
Suatu saat, Pelangi memutuskan untuk pergi kerumah Langit. Memastikan Langit sudah kembali atau belum.
***
tok.. Tok.. Tok ..
Pintu terbuka. Terlihat Ibu nya Langit yang membukanya.
"Pelangi?" ucapnya kaget.
"iya tante" balas Pelangi tersenyum.
Pelangi pun dipersilahkan masuk oleh ibunya Langit.
"tante, aku kesini ingin menemui Langit." ucap Pelangi dengan perasaan yang tak menentu.
"Langit ..??" tiba tiba Tante balik bertanya.
"iya tante. Langit udah pulang kan.?"
tiba tiba saja airmata Keluar dari mata Tante Diana. Air mata itu semakin deras mengalir. Pelangi heran, dadanya kini terasa sesak.
"tante.? Langit kenapa ?? Tante kenapa nangis ? Ada apa sama Langit , Tante.?" Pelangi perlahan ikut menangis.
"pelangi, langit sudah meninggal 3 tahun yang lalu."
ucapan itu menambah sesak dada Pelangi, pelangi terdiam, tubuhnya melemah. Airmatanya mengalir semakin deras. Matanya tak dapat berkedip.
"pelangi, 4 tahun yang lalu, Langit bilang kan ke kamu kalau dia ingin meneruskan kuliahnya di London? Ia bukan untuk meneruskan kuliahnya. Tapi berobat disana, apa kamu juga gak tau kalau Langit itu mengidap Leukimia??" ucap Tante Diana menjelaskan. Tapi Pelangi tetap pada posisi tadi. Tanpa bergerak. Tanpa mengedipkan matanya. Ia terus menangis dengan dada yang teramat sesak. Kini Pelangi mengerti. Kenapa Langit dulu sering menolak diperiksa kerumah sakit ketika ia mimisan. Kenapa Langit begitu aneh ketika mendengar kata Leukimia. Kenapa Langit sering memeluknya sambil menangis ketika ia merasa kesakitan.
"Langit, kamu bohong sama aku. Kenapa kamu tega sama aku ? Kenapa ???!!!"
***
"harusnya kau mengerti, sungguh besar artimu bagi hidupku ..."
"Langit, aku akan selalu setia buat kamu. Suatu saat nanti, kita akan bersama lagi. Kita berdua. Dan gak akan ada lagi yang akan misahin kita.."
Impian dan Cinta akan saling memberi satu dengan yang lain. Serupa dengan apa yang dilakukan matahari ketika mendekati malam, dan apa yang dilakukan bulan ketika pagi menjelang .
0 comments:
Post a Comment