kemampuan menulisku terasa kian lumpuh.
kemampuan menulisku serasa kian terhisap layaknya manusia yang terjelembab dalam lumpur hidup.
lalu harus bagaimana aku?
impian besar menjadi seorang penulis, tetapi kini seakan tanganku mati suri.
tak mau bergerak, takmau berkerja.
tulisa tulisan yang kuharap tidak akan hanya menjadi bangkai dalam sebuah kotak penyimpanan bermuatan 400gigabite.
otak mulai jenuh dengan rutinitas sehari hari,
tapi hati terus memaksa untuk menulis walau kenyataannya menolak.
bagaimana bisa menjadikan kata kata itu menjadi sebuah buku?
jika menulis 1000 kata sehari pun rasanya seberat memikul 1 karung beras 45 kg?
lalu aku harus bagaimana?
otakku mandek, entah, asupan apa yang kuperlukan hingga tangan dan imajinasiku bekerja kembali.
lalu aku mau sampai kapan?
menunda mimpi besar, tanpa tau kapan, hanya mampu menatap, tanpa mau bergerak.
ah, rasanya aku rindi diriku sendiri yang dulu.
0 comments:
Post a Comment